Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Dianggap Mengerikan, Tiongkok Perintahkan Penghentian Rekayasa Genetika pada Bayi

Fani Ferdiansyah
ZHOU Xiaoqin, kiri, dan Qin Jinzhou, seorang embriolog yang merupakan bagian dari tim yang bekerja dengan ilmuwan He Jiankui, melihat gambar waktu selang embrio pada layar komputer di laboratorium di Shenzhen pada provinsi Guandong selatan China.*
ZHOU Xiaoqin, kiri, dan Qin Jinzhou, seorang embriolog yang merupakan bagian dari tim yang bekerja dengan ilmuwan He Jiankui, melihat gambar waktu selang embrio pada layar komputer di laboratorium di Shenzhen pada provinsi Guandong selatan China.*

HONG KONG, (PR).- Pemerintah Tiongkok pada Kamis 29 November 2018 memerintahkan penghentian usaha tim medis, yang mengklaim telah membantu mengedit gen bayi pertama di dunia. Perintah itu dikeluarkan ketika sekelompok ilmuan terkemuka, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk mencoba membuat perubahan permanen DNA, yang dapat diwariskan oleh generasi mendatang.

Dilansir dari Associated Press (AP), Wakil Menteri Sains dan Teknologi Tiongkok Xu Nanping, mengatakan kepada CCTV, bahwa kementriannya sangat menentang upaya penyuntingan gen anak kembar yang lahir awal bulan ini. Xu menyebut tindakan tim tersebut illegal dan tidak dapat diterima.

Ia mengatakan penyelidikan telah diperintahkan, namun tidak menjelaskan tindakan khusus apa yang diambil pemerintah.

Peneliti He Jiankui mengklaim telah mengubah DNA si kembar untuk mencoba membuat mereka tahan terhadap infeksi virus AIDS. Para ilmuwan pada umumnya telah mengutuk eksperimen itu.

Xu mengatakan, eksperimen yang dilakukan He Jiankui “Melintasi garis moralitas dan etika yang dipatuhi oleh komunitas akademis, serta mengejutkan dan tidak dapat diterima”.

Sekelompok ilmuwan terkemuka berkumpul di Hong Kong minggu ini untuk konferensi internasional tentang penyuntingan gen, kemampuan menulis ulang kode kehidupan untuk mencoba mengoreksi atau mencegah penyakit.

Meskipun sains memegang janji untuk membantu setiap orang yang telah lahir dan mempelajari rangkaian tes yang sedang berlangsung, sebuah pernyataan dikeluarkan 14 anggota pemimpin konferensi pada Kamis, bahwa ilmu pengetahuan tidak bertanggung jawab untuk mencobanya pada telur, sperma atau embrio, kecuali dalam penelitian laboratorium, karena belum cukup diketahui tentang risiko atau keamanannya.

Serukan penyelidikan independen



Konferensi ini diguncang oleh klaim peneliti Tiongkok yang dapat membuat bayi-bayi yang diedit gen pertama di dunia. Pemimpin konferensi menyerukan penyelidikan independen atas klaim He Jiankui, yang berbicara kepada kelompok itu Rabu, 28 November 2018, ketika kritik internasional atas klaimnya meningkat.

Tidak ada konfirmasi independen dari apa yang dikatakannya. He Jiankui dijadwalkan untuk berbicara lagi di konferensi pada Kamis, tetapi dia meninggalkan Hong Kong.

Melalui seorang juru bicara, ia mengirim pernyataan yang mengatakan, "Saya akan tetap di China, negara asal saya, dan bekerja sama sepenuhnya dengan semua pertanyaan tentang pekerjaan saya".

Dia menambahkan, “Data mentah saya akan tersedia untuk peninjauan pihak ketiga”.

Beberapa ilmuwan terkemuka mengatakan bahwa kasus tersebut menunjukkan kegagalan di lapangan, untuk mengawasi dirinya sendiri dan kebutuhan akan prinsip atau peraturan yang lebih ketat.

"Tidak beralasan mengharapkan komunitas ilmiah untuk mengikuti pedoman,” kata David Baltimore, pemenang Hadiah Nobel dari Institut Teknologi California yang memimpin panel.

Sebelumnya, dikutip dari BBC News, Senin 26 November 2018, He Jiankui mengatakan telah mengubah DNA bayi perempuan kembar yang lahir beberapa minggu lalu, sebagai embrio untuk mencegah mereka tertular HIV.

Klaimnya yang difilmkan oleh Associated Press (AP) tersebut, belum diverifikasi dan telah memicu kemarahan dari ilmuwan lain, yang menyebut ide itu mengerikan.***

 

 

 

Bagikan: