Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 27.9 ° C

Terlibat Pembantaian 201 Petani, Mantan Prajurit Guatemala Divonis Penjara 5.160 Tahun

Fani Ferdiansyah
Mantan tentara Guatemala, Santos Lopez, telah divonis bersalah atas pembantaian 201 petani selama perang sipil.*
Mantan tentara Guatemala, Santos Lopez, telah divonis bersalah atas pembantaian 201 petani selama perang sipil.*

GUATEMALA CITY, (PR).- Hukuman penjara 5.160 tahun dijatuhkan Pengadilan Guatemala terhadap seorang mantan prajurit, karena telah membantai 171 orang, Rabu 21 November 2018. Pembantaian itu dianggap sebagai salah satu kekejaman terburuk, dalam perang saudara selama 36 tahun di negara itu.

Dilansir dari AFP, dalam pengadilan jaksa penuntut menyatakan bahwa eks tentara tersebut, Santos Lopez, terlibat dalam pembunuhan massal pada 1982. Sebanyak 201 orang, atau hampir separuh dari pria, wanita dan anak-anak penduduk desa petani Dos Erres, terbunuh dalam insiden genosida itu.

Ia dianggap bertanggung jawab atas kematian 171 penduduk, dan diberi hukuman penjara selama 30 tahun per masing-masing pembunuhan, atau 5.160 secara total. Ia juga diberi “bonus” hukuman 30 tahun karena membunuh seorang anak yang mencoba bertahan hidup.

Pada Kamis 22 November 2018, Kantor Berita Antara menyebut Lopez dituduh menjadi bagian dari pasukan Patroli Khusus Kaibiles, yang dikerahkan ke Dos Erres, untuk mencari anggota kelompok gerilya, yang sebelumnya menyergap konvoi militer.

Jaksa penuntut mengatakan, “Ketika pasukan patroli gagal menemukan gerilyawan atau senjata api, mereka menarik penduduk desa keluar dari rumah dan memerkosa remaja putri”. Untuk menutupi pemerkosaan itu, pasukan membunuh hampir separuh penduduk di sana.

Sebelum Lopez, sejumlah anggota Kaibil lainnya juga telah dihukum, dan masing-masing menerima hukuman lebih dari 6.000 tahun penjara. Tiga orang lain yang dituduh terlibat dalam pembantaian tersebut kini tengah dipenjara di AS karena pelanggaran imigrasi, sementara beberapa lainnya diyakini tinggal di Amerika Serikat.

Pembunuhan massal itu dilancarkan pada masa kepemimpinan diktator militer Guatemela, Rios Montt. Montt meninggal pada April, saat ia dituduh melakukan pemusnahan.

Rios Montt dituduh bertanggung jawab telah memerintahkan pembunuhan terhadap 1.771 penduduk asli dari suku Ixil-Maya selama masa pemerintahannya yang singkat pada 1982-1983. Sementara data dari PBB menunjukkan sekitar 200.000 orang telah tewas atau sengaja dihilangkan selama perang sipil Guatemala yang berakhir pada 1996.***

 

Bagikan: