Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Pneumonia Pembunuh 11 Juta Balita pada 2030

Erwin Kustiman
Hari Pneumonia Sedunia.*
Hari Pneumonia Sedunia.*
PARIS, (PR).- Pneumonia bakal membunuh hampir 11 juta anak balita pada tahun 2030, demikian diperingatkan para ahli sebagaimana dikutip dari situs www.rte.ie. Komikus Stan Lee yang meninggal dalam usia 95 tahun diperkirakan juga meninggal akibat pneumonia.
Tanggal 12 November adalah Hari Pneumonia Dunia; hari global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan salah satu infeksi pembunuh bayi terbesar di seluruh dunia. Di negara maju, infeksi paru-paru yang parah terutama menyerang lansia. Namun, di negara-negara berkembang justru anak-anak yang menanggung beban, dengan ratusan ribu orang meninggal setiap tahun karena penyakit yang sejatinya mudah dicegah.
Lebih dari 880.000 anak -- terutama berusia kurang dari dua tahun -- meninggal karena pneumonia pada tahun 2016 saja. Sebuah analisis baru yang dilakukan oleh Johns Hopkins University dan kelompok bantuan Save the Children membuat prediksi berdasarkan tren saat ini, bahwa lebih dari 10.800.000 balita akan menyerah pada penyakit ini pada akhir dekade berikutnya.
Lebih lanjut, beberapa negara siap untuk menanggung beban tertinggi, dengan 1,7 juta anak-anak akan mati di Nigeria dan India, 700.000 di Pakistan dan 635.000 di Republik Demokratik Kongo.
Namun ada kabar baik. Studi ini menemukan bahwa meningkatkan cakupan vaksinasi yang ada, ditambah dengan antibiotik murah dan memastikan nutrisi yang baik untuk anak-anak dapat menyelamatkan total 4,1 juta jiwa.
Pneumonia, infeksi peradangan paru-paru yang dapat tertular melalui infeksi virus atau bakteri, dapat diobati jika tertangkap cukup dini dan sistem kekebalan pasien tidak terganggu.
Akan tetapi, di seluruh dunia infeksi ini menyerang anak-anak muda yang sering lemah karena kekurangan gizi, membunuh lebih banyak bayi setiap tahun dibandingkan malaria, diare, dan campak kalau digabungkan. "Diyakini bahwa hampir satu juta anak meninggal setiap tahun karena penyakit yang sebetulnya dengan pengetahuan dan sumber daya yang kita miliki dapat dikalahkan," kata CEO Save the Children, Kevin Watkins.
"Tidak ada pita merah muda, KTT global atau pawai peringatan untuk radang paru-paru. Tapi siapa pun yang peduli tentang keadilan untuk anak-anak dan akses mereka ke perawatan kesehatan yang penting, pembunuh yang terlupakan ini kini harus menjadi puesat atensi kita."
Kelompok Pak Watkins yang mengoperasikan program kesehatan di beberapa negara yang paling terpukul oleh penyakit itu, menyerukan harga vaksin pneumonia yang saat ini masih untuk diturunkan "secara dramatis". Tahun 2030 adalah tanggal target untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, yang mencakup janji untuk "mengakhiri kematian anak yang dapat dicegah" pada akhir dekade berikutnya.
Bagikan: