Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Polusi Udara Bunuh 600.000 Anak Setiap Tahun

SUASANA gedung bertingkat terlihat samar oleh selimut kabut dan asap polusi di Jakarta Selatan, Kamis (26/7). Greenpeace Indonesia menyatakan berdasarkan data dari pemantau kualitas udara AirVisual pada Selasa, 24 Juli 2018 lalu, Jakarta menjadi kota dengan polusi tertinggi di dunia dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) 183, disusul Krasnoyarsk, Russia, dengan 181, kemudian Lahore, Pakistan sebesar 157.*
SUASANA gedung bertingkat terlihat samar oleh selimut kabut dan asap polusi di Jakarta Selatan, Kamis (26/7). Greenpeace Indonesia menyatakan berdasarkan data dari pemantau kualitas udara AirVisual pada Selasa, 24 Juli 2018 lalu, Jakarta menjadi kota dengan polusi tertinggi di dunia dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) 183, disusul Krasnoyarsk, Russia, dengan 181, kemudian Lahore, Pakistan sebesar 157.*

JENEWA, (PR).- Pencemaran udara membunuh sekitar 600.000 anak-anak tiap tahun dan menyebabkan gejala mulai dari kehilangan kecerdasan hingga kegemukan dan infeksi telinga.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hal tersebut, Senin 29 Oktober 2018. Dalam laporannya, Who menyebut, tak banyak orangtua yang mampu berbuat sesuatu untuk mengatasi gejala-gejala itu.

Para orangtua hendaknya berusaha menghindari pencemaran udara di rumah dengan menggunakan bahan bakar yang kurang menimbulkan polusi untuk memasak dan pemanasan dan tidak merokok tapi guna mengurangi anak terpapar pencemaran lingkungan mereka hendaknya perlu melobi para politisi untuk guna membersihkan lingkungan.

"Pencemaran udara meracuni jutaan anak-anak dan membahayakan kehidupan mereka," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya seperti dilaporkan Reuters dan dikutip Antara.

"Sesuatu yang juga kritikal ialah isu perkembangan syaraf. Bayangkan anak-anak kita akan memiliki IQ kognitif yang kurang. Kita berbicara tentang risiko yang akan dihadapi generasi baru yang punya IQ rendah. Ini tak hanya baru tetapi juga sangat mengagetkan," ujarnya.

Sudah ada bukti jelas dan konsisten terkait hubungan antara pencemaran udara dengan media otitis atau infekasi telinga, dan obesitas.

Pencemaran udara juga dapat menyebabkan kanker, asma, pneumonia, paru-paru yang tak berfungsi baik, serta jenis-jenis infeksi pernafasan pada anak-anak.***

Bagikan: