Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya berawan, 19 ° C

Keluar dari Perjanjian Nuklir INF, Amerika Dinilai Memukul Kestabilan Strategis Dunia

PETUGAS perawatan angkatan udara Amerika Serikat memindahkan bagian atas rudal antarbenua yang dilengkapi hulu ledak nuklir di pangkalan udara Malmstrom, Montana dalam foto tak bertanggal yang dirilis USAF.*
PETUGAS perawatan angkatan udara Amerika Serikat memindahkan bagian atas rudal antarbenua yang dilengkapi hulu ledak nuklir di pangkalan udara Malmstrom, Montana dalam foto tak bertanggal yang dirilis USAF.*

MOSKOW, (PR).- Kepala Koalisi Sementara Dewan Federasi Rusia, Alexey Puskov, menilai keluarnya Washington dari Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty sebagai pukulan keras bagi sistem global. Hal terkait kestabilan strategis itu dia katakan melalui akun Twitternya.

"Dalam hal keluarnya AS, pukulan keras akan dialami oleh seluruh sistem kestabilan strategis di dunia," kata Alexey Pushkov di akun Twitternya, seperti diwartakan Kantor Berita Antara, Minggu 21 Oktober 2018.

Puskhov, sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara, menyatakan Amerika Serikat sekali lagi memulai penarikan diri dari kesepakatan. Dia menyebut keluarnya AS dari ABM (Anti-Ballistic Missle) Treaty pada 2001 lalu merupakan pukulan yang pertama.

Pada Desember 2001 itu, Pemerintah AS di bawah presiden George W. Bush mengumumkan penarikan diri dari ABM Treaty, yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Uni Sovyet pada 1972, untuk membersihkan jalan bagi penerapan rencananya bagi pembangunan sistem Pertahanan Rudal Nasional.

Sementara pada Sabtu 20 Oktober 2018, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington akan keluar dari INF Treaty, karena Rusia melanggar ketentuan kesepakatan tersebut. Perjanjian INF Treaty memerintahkan kedua negara menghapus senjata nuklir jarak pendek dan menengah serta peluru kendali konvensional.

INF Treaty ditandatangani pada 1987 oleh pemimpin bekas Uni Sovyet Mikhail S. Gorbachev, dan mantan presiden AS Ronald Reagan, untuk melarang pembuatan, penggelaran dan uji-coba rudal jelajah atau balistik yang diluncurkan dari darat dengan jarak jelajah antara 300 dan 3.400 mil (483 dan 5.472 kilometer).

Saling tuduh



Amerika Serikat mula-mula telah menuduh Rusia melanggar persyaratan dalam INF Treaty pada Juli 2014. Namun Moskow membantah tuduhan itu, dan menyebutnya bagian dari aksi anti-Rusia yang dilancarkan oleh Washington sehubungan dengan krisis Ukraina.

Sejak itu, Moskow dan Washington sudah berulang-kali saling menuduh bahwa masing-masing telah melanggar kesepakatan tersebut.

"Sayangnya, Rusia belum menghormati perjanjian itu, jadi kita akan memutus perjanjian tersebut dan kita akan menarik diri," tegas Trump di depan para wartawan setelah ia menghadiri kampanye di Nevada.

Washington meyakini bahwa Moskow sedang mengembangkan sebuah sistem peluncur dari darat, yang merupakan pelanggaran terhadap perjanjian INF. Amerika Serikat berpendapat, pengembangan itu memungkinkan Moskow melontarkan serangan ke Eropa dalam waktu singkat.

Rusia telah berkali-kali membantah bahwa pihaknya melakukan pelanggaran seperti itu. Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengembangkan persenjataan nuklir kecuali Rusia dan Tiongkok setuju untuk menghentikan pengembangan.

Tiongkok bukan merupakan pihak dalam perjanjian. Negara itu telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan peluru kendali konvensional sebagai bagian dari strategi pertahanan.(Fani Ferdiansyah)***

 

Bagikan: