Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

Google Mulai Tarik Bayaran dari Produsen Ponsel pada 29 Oktober

JAKARTA, (PR).- Kebijakan terkait pengenaan biaya hingga 40 dollar Amerika Serikat per perangkat Android mulai diberlakukan Google pada 29 Oktober mendatang. Langkah tersebut diambil Alphabet Inc, perusahaan induk Google, agar perangkat Android dapat menggunakan aplikasi buatan Google sebagai upaya mematuhi aturan di Uni Eropa.

Seperti dilansir dari Kantor Berita Antara, Minggu 21 Oktober 2018, kebijakan itu akan berlaku untuk ponsel maupun tablet Android yang diluncurkan di Area Ekonomi Eropa, mencakup 28 negara Uni Eropa termasuk Islandia, Norwegia dan Liechtenstein. Mengutip sumber anonim yang memahami isu ini, biaya itu mulai dari 2,5 dolar AS, bergantung pada negara dan ukuran perangkat.

Standard kebijakan ini akan berlaku untuk semua merek, dengan mayoritas diperkirakan akan dikenakan biaya sekitar 20 dolar. Biaya tersebut akan disesuaikan dengan aplikasi Google yang dipasang di perangkat, antara lain Google Play, Gmail, Google Maps, Google Search dan Chrome.

Google juga akan menerapkan konsep pembagian dengan produsen untuk penghasilan iklan dari Search dan Chrome. Komisi Eropa pada Juli lalu mendakwa Google menyalahgunakan dominasi pasar di perangkat lunak mobile untuk memaksa mitra Android memasang aplikasi buatan Google di perangkat.

Eropa menilai perusahaan itu memanfaatkan dominasi mereka pada peranti lunak ponsel untuk menghalangi kompetitor. Google pun mengajukan banding terhadap putusan denda sebesar 5 miliar dolar tersebut.

Namun Komisi Eropa mengancam akan memberikan denda tambahan jika Google tidak menghentikan prakteknya.

Sistem baru ini akan membuka kesempatan bagi perusahaan perangkat lunak lainnya, misalnya Microsoft Corp, untuk meluaskan jangkauan mereka. Qwant, salah satu kompetitor Google dari Prancis, menyatakan mereka puas dengan langkah Komisi Eropa menghukum Google.

Perusahaan pembuat mesin pencari ini menilai konsumen akan mempunyai pilihan. Sebelumnya, pada Selasa 16 Oktober 2018 lalu, Reuters menulis bahwa produsen ponsel yang beredar di Eropa seperti Samsung dan Huawei, harus membayar sejumlah biaya untuk mengakses Google Play Store.

Sebagai gantinya, mereka tidak harus memasang aplikasi Google Search dan Google Chrome. Kebijakan baru dari Google ini akan memberi keleluasaan bagi produsen ponsel berbasis Android untuk memasang peramban dari kompetitor Google, seperti Microsoft, Opera dan Mozilla.

Komisi Eropa menyerahkan kepada Google bagaimana mereka mengikuti putusan yang diambil bulan Juli tersebut, dan akan terus memantau kebijakan yang mereka ambil. Jika tidak mematuhi aturan tersebut, Eropa akan memberikan denda tambahan.(Fani Ferdiansyah)***

Bagikan: