Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Singgung Thanos di Vietnam, Jokowi Memicu Tawa

Huminca Sinaga
PRESIDEN Joko Widodo berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Dunia ASEAN di Convention Center, di Hanoi, Vietnam, Selasa 12 September 2018.*
PRESIDEN Joko Widodo berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Dunia ASEAN di Convention Center, di Hanoi, Vietnam, Selasa 12 September 2018.*

HANOI, (PR)- Pemimpin Tiongkok dan pemimpin beberapa negara Asia Tenggara, Rabu 12 September 2018, mengatakan Rabu bahwa langkah AS untuk membatasi perdagangan dan melindungi bisnis Amerika merupakan ancaman besar bagi ekonomi dunia.

Seperti dilaporkan laman ABC News, faktor ketidakpastian dan ketidakstabilan dapat merusak pertumbuhan ekonomi. Hal itu diungkapkan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Hu Chunhua di acara Forum Ekonomi Dunia di Hanoi, Rabu. Pertemuan itu digelar setelah Washington dan Beijing saling memberlakukan tarif denda terhadap produk senilai puluhan miliar dolar yang membuat dalam konflik perdagangan kedua negara mengeskalasi.

Hu, seperti yang lain, tidak menyebutkan nama Presiden Donald Trump. Tetapi mengatakan bahwa beberapa tindakan proteksionis dan unilateral negara-negara secara serius melemahkan rezim perdagangan multilateral berbasis aturan. Itu yang menimbulkan bahaya paling serius bagi ekonomi dunia. 

Hal senada diungkapkan Menkeu Indonesia. "Bisnis dan perdagangan membutuhkan tingkat kepastian", kataMenteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati seperti dilaporkan ABC News.

Negara-negara di Asia dulu bergantung pada AS untuk memimpin, katanya, tetapi mereka tidak punya pilihan selain bekerja bersama sekarang bahwa AS tidak lagi mengambil peran yang sama. "Mengapa kita tidak bersikap dewasa di ruang negosiasi kamar," katanya. "Dunia terlalu besar dan terlalu penting untuk bergantung pada satu negara saja."

Perekonomian Vietnam telah berkembang pesat karena perusahaan seperti Honda dan Samsung telah membangun basis produksi besar, membuat negara ini menjadi eksportir utama tetapi juga menjadikannya rentan terhadap gesekan perdagangan.

Bikin tawa



Presiden Indonesia Joko Widodo sempat membuat hadirin tertawa dengan mempersamakan perang dagang dengan "perang tanpa batas" dalam referensi untuk film tahun ini "Avengers: Infinity War," berdasarkan komik Marvel.

"Kita harus mencegah perang dagang menjadi perang tanpa batas," kata Jokowi. Dia tidak menyebut nama Trump, tetapi tertawa hangat dan tepuk tangan ketika dia menyindir, "Kamu mungkin bertanya-tanya siapa itu Thanos?" ujar Jokowi mengacu "Thanos" sebagai salah satu karakter film "Avengers: Infinity War".

Thanos bukan satu orang, tetapi "di dalam kita semua," kata Jokowi.

"Ini adalah keyakinan sesat bahwa agar kita berhasil, yang lain harus menyerah. Ini adalah kesalahan persepsi bahwa kebangkitan beberapa orang pasti berarti kemunduran orang lain," katanya.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, juga mengatakan 10 anggota Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara akan bekerja untuk menjaga pasar dan investasi tetap terbuka dan melindungi sistem perdagangan "berdasarkan aturan".

Dalam ekonomi besar yang berkembang cepat seperti Vietnam dan Indonesia, percetakan 3-D dan bisnis berbasis digital seperti perusahaan berbagi tumpangan, Grab berkembang pesat dan menciptakan pekerjaan baru untuk menggantikan yang lama hilang ketika robot menggantikan pekerja di lantai pabrik.

Di negara-negara yang lebih kecil dan kurang berkembang seperti Kamboja, Laos dan Myanmar yang masih berjuang untuk mengejar tetangga mereka, penyebaran teknologi yang relatif mendasar seperti telepon seluler membantu mendorong perubahan besar, kata pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Dia mencatat bahwa hanya dalam waktu lima tahun, biaya sebuah ponsel di Myanmar telah jatuh ke hanya 1,5 dolar AS dari harga 1.500 dolar AS.

Ini bukan hanya lompatan tetapi "lompatan kuantum," katanya dilansir ABC News. ***

Bagikan: