Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Tujuh Tewas Saat Topan Jebi Menerjang Jepang

Siska Nirmala (error)
Seorang warga memegang payung yang rusak karena tiupan angin kencang, akibat Topan Jebi di Tokyo, Jepang.*
Seorang warga memegang payung yang rusak karena tiupan angin kencang, akibat Topan Jebi di Tokyo, Jepang.*

TOKYO, (PR).- Topan Jebi, topan paling kuat yang memasuki daratan Jepang dalam 25 tahun, menerjang Jepang pada Selasa, 4 September 2018 dan terus membuat kaca lalu-lintas, gedung, prasarana dan sistem transportasi rusak, hingga tujuh orang tewas.

Selain itu lebih dari 200 orang mengalami cedera. Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa setelah memasuki daratan di bagian selatan Prefektur Tokushima, topan tersebut bergerak mendekati Kobe dan terus menuju Laut Jepang.

Sejumlah penerbangan, layanan kereta dan kereta ditutup di Wilayah Kinki dan wilayah lain, sementara toko, pabrik dan instalasi lain, terutama di Jepang Barat ditutup, termasuk daya tarik pariwisata Universal Studios di Prefektur Osaka.

Mengenai instalasi yang berkaitan dengan topan itu, di Prefektur Shiga seorang pria meninggal di dalam satu gudang setelah bangunan tersebut ambruk dan seorang lelaki di Prefektur Osaka jatuh dari lantai dua satu rumah, yang dilaporkan akibat angin kencang, kata polisi setempat.

Masih di Osaka, seorang pria tua jatuh dari lantai atas satu kompleks perumahan dan dikonfirmasi meninggal selain tiga orang lagi meninggal setelah disambar benda yang diterbangkan angin kencang, kata beberapa pejabat setempat.

Kebanyakan orang yang cedera tinggal di Jepang Tengah dan Barat. Di Stasiun Kyoto, sejumlah orang cedera ketika sepotong kaca dari langit-langit kaca ambruk akibat angin kencang, kata laporan polisi lokal.

Angin kencang dapat dirasakan di daerah yang jauh dari pusat topan, dan empat orang cedera setelah tertimpa atap yang jauh di Hachioji, Tokyo Barat.

Topan kuat tersebut memaksa Bandar Udara Internasional Kansai di Jepang Barat menghentikan operasinya pada tengah hari saat gelombang tinggi akibat topan itu membuat bandar udara tersebut terendam air.

Operator bandar udara tersebut menyatakan banyak bagian bandar udara itu telah terendam air, termasuk landasan pacu, tempat parkir dan jalan ke gedung-gedung di lantai bawah instalasi itu.

Angin dengan kecepatan sampai 209 kilometer per jam menerjang bandar udara tersebut pada Selasa sore, dan 3.000 orang terjebak akibat banjir di sana, kata pemerintah lokal.

Menurut Penjaga Pantai Jepang, angin kencang menerbangkan satu tanker ke jembatan yang menghubungkan bandar udara itu dengan Kota Izumisano.***

Bagikan: