Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Mahasiswa Indonesia Jadi Korban Pemerkosaan di Belanda, Menlu Kedua Negara Turun Tangan

Bambang Arifianto

JAKARTA, (PR).- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melakukan pendampingan terhadap warga negara Indonesia yang menjadi korban pemerkosaan di Belanda. Kemenlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda juga memberikan asistensi kepada keluarga korban.

Seorang mahasiswa perempuan asal Indonesia mengalami kejahatan seksual di Rotterdam, Belanda, Sabtu 21 Juli 2018. KBRI turun langsung memberikan pendampingan. Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI  Lalu M Iqbal menyatakan, kakak dan ayah korban sudah berada di Rotterdam untuk mendampingi pada Rabu 25 Juli 2018. 

"KBRI memberikan asistensi yang dibutuhkan bagi keluarga korban," kata Lalu M Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Kamis 26 Juli 2018.

Sejak awal mengetahui kejadian, katanya, wakil KBRI tetap berada di Rotterdam guna mengantisipasi jika korban atau keluarganya membutuhkan dukungan. KBRI juga melakukan koordinasi dengan otoritas setempat.

‎Pada Rabu 25 Juli 2018, KBRI Den Haag telah berpoleh pemberitahuan dari kepolisian Belanda terkait penangkapan pria berusia 18 tahun yang diduga sebagai tersangka.

Menlu Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok pada hari itu. Dalam komunikasi tersebut, Retno Marsudi menyampaikan keprihatinan terhadap peristiwa yang menimpa WNI tersebut.

Meski aparat penegak hukum Belanda sudah melakukan banyak hal selepas kejadian, Retno Marsudi meminta agar peristiwa itu mendapat perhatian khusus untuk memastikan pelakunya dihukum seberat-beratnya.

‎Stef Blok menyatakan masyarakat Belanda sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Stef menyampaikan simpati yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarganya.

Stef Blok juga memastikan kepolisian Belanda akan melakukan yang terbaik untuk menangkap dan menghukum pelaku.

Tabrakan



Dalam peristiwa lain, Kemenlu juga memperoleh informasi dari Busan Coast Guard mengenai tabrakan dua kapal berbendera Korea Selatan.

Kejadian tersebut terjadi‎ di laut dekat Tokyo, Jepang pada Kamis, 26 Juli 2018 pagi, pukul 7.00 waktu setempat.  Dua kapal yang bertabrakan tersebut adalah Longline 803 Tongyeongho dan 101 Keumyangho.

Akibatnya, kapal 101 Keumyangho tenggelam. "Ada 18 ABK (awak kapal) Indonesia (di kapal itu)," ucap Lalu M Iqbal.

Lima belas ABK asal Indonesia selamat dan tiga lainnya hilang di laut. Sementara ABK lain masing-masing dari Korea 7 orang, Filipina 6 orang, dan Vietnam 7 orang. Otoritas Korea Selatan hingga kini masih mencari tiga ABK Indonesia yang hilang.

"KBRI terus berkoordinasi dengan otoritas Korea termasuk Busan Coast Guard untuk proses pencarian," ucapnya.***

Bagikan: