Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

12 Bocah di Gua Thailand Terancam Tewas Tenggelam

Huminca Sinaga
Anggota keluarga memperlihatkan foto 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang terperangkap di sebuah gua di Chiang Rai.*
Anggota keluarga memperlihatkan foto 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang terperangkap di sebuah gua di Chiang Rai.*

BANGKOK, (PR).- Pemerintah Thailand berlomba melawan waktu untuk menyelamatkan 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang terperangkap di sebuah gua di Chiang Rai sejak dua minggu lalu. 

Seperti dilaporkan laman The Guardian, Rabu, 4 Juli 2018, otoritas Thailand mengatakan, ketigabelas orang yang terperangkap itu harus segera dievakuasi karena Jumat ini perkiraan cuaca di sekitar gua menunjukkan bahwa akan ada  hujan angin yang bisa membuat ketinggian air di gua terus meningkat. Jika ini terjadi, anak-anak beserta pelatih mereka bisa tenggelam, dan sulit untuk diselamatkan.

Oleh karena itu, kata pemerintah, pihaknya akan segera mengevakuasi kelompok itu sebelum hujan angin yang diprediksi akan tiba Jumat ini. 

Kelompok tersebut telah hilang sejak menyelesaikan latihan sepakbola pada 23 Juni dan ditemukan hidup pada Senin malam setelah pencarian sembilan hari.

Dilatih



Demi menyelamatkan mereka dari banjir parah di gua, ke-12 anak laki-laki yang terperangkap di sebuah gua di Thailand utara saat ini sedang dilatih bagaimana menyelam dan bernafas melalui masker scuba diving. Tujuannya agar mereka bisa segera keluar dari gua.

Kendati metode ini sulit dilakukan karena ke-12 anak-anak tersebut sama sekali tak bisa berenang. Oleh karena itu, sulit untuk membuat mereka bisa menyelam.

Upaya lainnya untuk menyelamatkan para bocah juga sedang dicoba. Salah satunya, pemerintah Thailand berupaya untuk mengalirkan air dari gua di utara Thailand itu sebelum hujan badai datang. 

Dilansir The Guardian, jika hujan badai datang pada Jumat ini, maka upaya ekstraksi air dari gua, akan menjadi "hampir tidak mungkin". Harus menunggu musim hujan berakhir Oktober mendatang.

Ini artinya, kata koordinator upaya penyelamatan internasional  para bocah dan pelatih mereka harus tinggal di gua selama berbulan-bulan.

Sementara itu, tim penyelamat lintas negara menilai, mengajar anak-anak lelaki tersebut cara berenang, dan menggunakan alat bantu pernapasan sehingga mereka dapat dikawal keluar dari sistem gua oleh penyelam penyelamat, dianggap sebagai opsi paling realistis yang akan memungkinkan para bocah diselamatkan dari gua sebelum musim hujan tiba. 

Saat berita ini dibuat, seperti dilansir the Guardian, para bocah sedang belajar untuk menggunakan peralatan selam.

Jika pihak berwenang berhasil mengalirkan air yang cukup untuk memungkinkan anak-anak merangkak keluar dari gua, mereka akan tetap harus melewati bagian bawah air yang pendek. 

Ruengrit Changkwanyuen, seorang koordinator kontingen Thailand dari tim penyelam gua internasional yang telah bertemu anak-anak itu pada Senin malam, mengatakan kelompok bocah tersebut berada di dataran tinggi dan aman dari banjir bandang.

Namun, hujam badai akhir pekan ini bisa membuat nyawa mereka terancam karena air akan memenuhi seluruh permukaan gua.

Kondisi sehat



Sementara itu, dilansir BBC, sebuah video baru memperlihatkan 12 remaja dan pelatih sepak bola mereka dalam kondisi sehat dan ceria walau lebih dari sepekan terperangkap di dalam gua.

Tampak dalam video itu, para remaja itu tersenyum dan sesekali tertawa. Mereka juga mengenalkan diri satu demi satu.

Kondisi mereka terbalut selimut untuk menjaga kondisi tubuh tetap hangat, sebagaimana terlihat dalam video yang dirilis tim SEAL Angkatan Laut Thailand di akun Facebook.

Ke-12 remaja dan seorang pelatih mereka ditemukan pada Senin, 2 Juli 2018, sembilan hari setelah terperangkap dalam gua. Sejak saat itu mereka menerima pasokan makanan dan obat-obatan, tapi belum bisa segera dikeluarkan.

Sementara tim tanggap darurat mencoba memasang jalur telepon agar para remaja itu bisa berbicara dengan keluarga mereka, namun upaya itu gagal pada Selasa, 3 Juli 2018.

Sebanyak tujuh penyelam, termasuk seorang dokter dan perawat, telah bergabung bersama para remaja di dalam gua.***

Bagikan: