Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Kasus Pembunuhan Model Cantik Teman Najib Razak Kembali Diusut

Huminca Sinaga
MANTAN perdana menteri Malaysia Najib Razak berbicara kepada Reuters selama wawancara di Langkawi, Malaysia, 19 Juni 2018.*
MANTAN perdana menteri Malaysia Najib Razak berbicara kepada Reuters selama wawancara di Langkawi, Malaysia, 19 Juni 2018.*

KUALA LUMPUR, (PR).- Malaysia akan membuka kembali penyelidikan atas pembunuhan model yang juga penerjemah asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu. Kasus itu telah membayangi pemerintah mantan perdana menteri Najib Razak selama lebih dari satu dekade. Demikian dilaporkan laman The Guardian, Jumat 22 Juni 2018.

Pada Juni 2006, Altantuya yang hamil dibawa ke hutan dan ditembak dua kali di kepala dan kemudian tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak. Dua pengawal yang bekerja untuk Najib, Azilah Hadri dan Sirul Azhar Umar, dihukum karena pembunuhan dan dikirim ke penjara pada tahun 2008.

Meski demikian, tidak ada motif untuk kejahatan itu. Yang memerintahkan pembunuhan itu pernah diselidiki, tapi tak ada kelanjutannya. Pembunuhan sang model pun tampak ditutup-tutupi oleh pemerintahan Najib Razak.

Kini, pemerintahan baru membuka kembali kasus tersebut.

"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa kami membuka kembali penyelidikan," kata Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun. Dia menegaskan bahwa laporan polisi baru yang diajukan oleh ayah Altantuya yang menjadi salah satu alasan untuk dilakukan penyelidikan baru.

Pembelian kapal selam



Altantuya telah menjadi kekasih Abdul Razak Baginda, seorang rekan Najib yang terkenal. Banyak yang percaya bahwa keterlibatannya dalam kesepakatan pertahanan untuk membeli dua kapal selam Scorpene Prancis mungkin telah menyebabkan kematiannya.

Baik Baginda dan Najib diduga telah mengambil jutaan dolar untuk kesepakatan itu, yang keduanya mereka sangkal. Najib selalu membantah pernah bertemu Altantuya dan Baginda dibebaskan dari semua tuduhan karena mendukung pembunuhannya. 

Ditanya tentang kasus Altantuya minggu ini, Najib mengatakan, "Saya tercatat telah bersumpah di sebuah masjid atas nama Allah bahwa saya tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Saya masih mempertahankan bahwa saya hanya tahu dia meninggal empat, lima hari setelah kematian... Itu adalah pertama kalinya saya mendengar tentang dia. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa saya pernah mengenalnya."

Bukti baru



Rabu 20 Juni 2018, ayah Altantuya, Steve Shaariibuu, menyerahkan laporan polisi tentang kematiannya dan mengutip bukti baru. Dia menyerukan penyelidikan mengapa pembantu Najib, Musa Shafri, tidak pernah dipanggil sebagai saksi dalam persidangan awal.

Musa adalah bos Azilah dan Sirul dan diduga dia memberi mereka perintah langsung untuk melaksanakan pembunuhannya.

"Saya percaya bahwa jika tidak untuk Musa, Azilah dan Sirul tidak akan datang ke rumah Razak hari itu dan membawa putriku pergi dan dia kemungkinan besar masih hidup hari ini," kata Shaariibuu dalam laporan polisi seperti dilaporkan laman The Guardian.

"Oleh karena itu, Musa adalah saksi yang sangat penting karena dia akan dapat memberikan informasi mengenai siapa yang memerintahkannya untuk mengamankan kehadiran Azilah dan Sirul dan untuk tujuan apa."

Sirul saat ini ditahan di Australia, setelah ia melarikan diri dari Malaysia saat keluar dengan jaminan. Dia kabur ke Australia untuk mencari suaka karena merasa hidupnya terancam di Malaysia. Sirul khawatir hukum di Malaysia tak adil terhadapnya.

Namun, Sirul mengatakan baru-baru ini dia akan mematuhi penyelidikan baru terhadap kematian Altantuya. Sumber mengatakan kepada Guardian bahwa pihak berwenang Australia telah memberi lampu hijau untuk mendeportasi Sirul kembali ke Malaysia jika dia diperlakukan dengan adil.

Malaysia telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya mempertimbangkan menjatuhkan hukuman mati terhadap Sirul agar dia dapat diekstradisi.***

Bagikan: