Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Larangan Dicabut, Semua Maskapai Penerbangan Indonesia Kini Bisa Terbang ke Uni Eropa

Yusuf Wijanarko
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersama Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kedua kanan) dan Eksekutif General Manager Halim Perdanakusama Marsekal Pertama Pip Darmanto (kedua kiri) mendengarkan penjelasan petugas saat melakukan pengecekan kelaikan pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 11 Juni 2018.*
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersama Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kedua kanan) dan Eksekutif General Manager Halim Perdanakusama Marsekal Pertama Pip Darmanto (kedua kiri) mendengarkan penjelasan petugas saat melakukan pengecekan kelaikan pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 11 Juni 2018.*

JAKARTA, (PR).- Kabar gembira datang dari Uni Eropa untuk dunia penerbangan Indonesia. Dalam keterangan resmi, Kamis 14 Juni, Uni Eropa mengeluarkan Indonesia dari EU Flight Safety List atau Daftar Keselamatan Udara Uni Eropa.

Dengan kata lain, maskapai penerbangan Indonesia yang berjumlah sebanyak 55 maskapai dapat terbang ke kawasan Uni Eropa.

Wakil Kepala Perwakilan KBRI di Brussel, Dupito D Simamora dalam keterangannya seperti dilaporkan Antara, Kamis 14 juni 2018 malam menyebutkan bahwa EU Commissioner for Transport Violeta Bulc menyatakan Indonesia selama ini telah bekerja keras.

Violeta Bulc menyebut, daftar Keselamatan Udara Uni Eropa adalah salah satu instrumen utama untuk menawarkan tingkat keamanan udara tertinggi.

"Saya sangat senang bahwa setelah bertahun-tahun bekerja, kita sekarang dapat membersihkan semua maskapai penerbangan dari Indonesia. Ini menunjukkan kerja keras dan kerja sama yang erat membuahkan hasil. Saya juga puas bahwa kami sekarang memiliki sistem peringatan baru untuk mencegah pesawat yang tidak aman memasuki wilayah udara Eropa," kata Dupito D Simamora.

Dia menyebutkan, Uni Eropa telah menerapkan flight ban terhadap seluruh maskapai penerbangan Indonesia sejak 2007 lalu. "Keputusan itu merupakan hasil dari rangkaian upaya panjang Pemerintah Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Uni Eropa telah secara bertahap mengeluarkan beberapa maskapai Indonesia dari EU Flight Safety List yakni pada 2009, 2011, dan 2016. Sebelum keputusan itu diambil, Uni Eropa melaksanakan EU Assessment Visit ke Indonesia pada 12-21 Maret 2018 lalu.

Hasil evaluasi menyeluruh tersebut juga dibahas dalam pertemuan Air Safety Committee di Brussel pada 30 Mei 2018 lalu yang dihadiri Pemerintah Indonesia dan tiga maskapai dari Tanah Air yaitu Wings Air, Sriwijaya Air, dan Susi Air.

Sebagai negara dengan potensi industri penerbangan yang sangat besar, keputusan Uni Eropa ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan Indonesia.

Keputusan ini juga sejalan dengan opini berbagai badan penerbangan internasional seperti Flight Aviation Administration atau FAA dan International Civil Aviation Organization atau ICAO yang mencatat upaya perbaikan signifikan yang dilakukan Indonesia.

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Uni Eropa, Yuri O Thamrin menyambut baik pencabutan larangan terbang tersebut.

Pencabutan larangan terbang bagi seluruh maskapai Indonesia merupakan bentuk pengakuan Uni Eropa kepada Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di Tanah Air.

"Keputusan Uni Eropa ini diharapkan menjadi pendorong untuk terus meningkatkan keselamatan penerbangan termasuk dalam mendukung industri pariwisata di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Dalam semangat kemitraan, Pemerintah Indonesia juga menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan oleh Uni Eropa dan beberapa negara anggota Uni Eropa untuk senantiasa meningkatkan keselamatan penerbangan di Tanah Air.***

Bagikan: