Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Imigran Asal Pakistan Jadi Menlu Baru Inggris

Huminca Sinaga

LONDON, (PR).- Menlu 3Inggris Amber Rudd mengundurkan diri sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris, Senin 30 April 2018 setelah 'secara tidak sengaja menyesatkan' anggota parlemen terkait dengan imigran gelap. Seperti dilaporkan BBC, Senin, tekanan meningkat atas Rudd setelah maraknya yang disebut skandal Windrush, menyangkut para pendatang dari Karibia yang dulu datang ke Inggris tanpa dokumen resmi.

Namun kebohongan yang terungkap saat dengar pendapat dengan komite parlemen, pekan lalu, yang membuat dia tidak punya pilihan selain mundur.

Rudd menyatakan 'tidak ada target' ketika ditanya apakah memiliki target untuk memulangkan para pendatang gelap, namun belakangan terungkap suratnya kepada Perdana Menteri, Theresa May, tentang upaya meningkatkan pemulangan mereka hingga 10%.

Koran The Guardian menerbitkan surat yang memaparkan target yang menurut Rudd sebagai 'ambisius tetapi bisa dicapai' untuk mendeportasikan 10% lebih banyak pendatang gelap dalam 'beberapa tahun mendatang'.

Tak lama usai The Guardian menurunkan laporan tersebut, Rudd pun menyampaikan pengunduran dirinya. PM Theresa Mmay pun segera mencari pengganti Rudd. Laporan The Guardian menyebutkan, pengganti Rudd adalah pria asal Pakistan, Sajid Javid. Dengan demikian, sejak 30 April, Sajid yang orang tuanya asli Pakistan itu, resmi menjadi menlu baru Inggris.

Keberadaan migran bukan hal yang baru di negeri Ratu Elizabeth. Setidaknya di dunia, Inggris merupakan salah satu negara favorit para migran, khususnya dari Asia Selatan dan Timur Tengah. Oleh karena itu, di sana, khususnya di London dan sejumlah kota besar lainnya, populasi imigran lebih besar ketimbang warga asli.

Biografi Sajid



Dilansir The Guardian, Sajid berasal dari orang tua asli Pakistan. ayahnya bekerja sebagai supir bus di London.Sama halnya dengan di negara-negara maju lainnya, imigran dari berbagai latarbelakang, tanpa pandang bulu, bisa menjadi apapun yang mereka inginkkan karena diskriminasi adalah hal yang melanggar hukum.

Sejak Sajid terjun menjadi politisi pada 2010, dia langsung terpilih sebagai anggota DPRD untuk kota Bromsgrove . Empat tahun setelah itu, karir Sajid terus menanjak dan ditunjuk PM David Cameron sebagai menteri kebudayaan. 

Hal ini menjadi seperti mimpi bagi Sajid yang orang tuanya berprofesi sebagai supir bus.

“Anda menunggu seorang putra sopir bus imigran muncul dalam politik, dan kemudian dua orang muncul sekaligus,” ujar Sajid bercanda saat rekannya yang juga warga asal Pakistan, Sadiq Khan berhasil menjadi walikota London. 

Latar belakang Khan mungkin membantu memperluas daya tariknya ketika dia mencalonkan diri untuk pemilihan sebagai walikota London. Namun di Partai Konservatif, orang-orang parlementer dengan pengalaman hidup kelas pekerja biasanya, jumlahnya sedikit. Kebanyakan mereka berasal dari keluarga kelas menengah atas. Dengan kata lain, banyak politisi di Partai Konservatif berasal dari keluarga kaya. Biasanya kaum imigran dan kelas  pekerja kerap memilih bergabung dengan partai Buruh, sebagaimana yang dilakukan Sadiq Khan.

Beda dengan Sajid, pria Pakistan yang berayahkan supir bus ini justru bergabung dengan partai yang kerap diisi politisi dari keluarga elit.  Para pendukung JSajid avid berpendapat bahwa pria beradrah Pakistan tersebut memiliki kisah hidup yang akan menjadi aset besar dalam kontes kepemimpinan di Partai Konservatif yang saat ini menjadi petahana.

Bahkan, Sajid kerap digadang-gadang sejumlah pendukungnya bahwa dia kelak akan menjadi perdana menteri Inggris. Jika ini terealisasi, maka Sajid akan menjadi PM pertama Inggris yang berasal dari warga imigran Pakistan.

Secara kepribadian, dilansir The Guardian, sajid merupakan sosok yang sangat ambisius. Ini terlihat saat dia mulai menjabat sebagai Menteri Kebudayaan pada 2014. Saat itu, proyek 'Javid Sebgai Pemimpin' menjadi jelas. ***

Bagikan: