Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Islam Moderat, Rencana Ambisius Arab Saudi Kembangkan Industri Hiburan

Arab saudi menyiapkan rencana abisius untuk membangun industri hiburan di negara tersebut. Delegasi pejabat Arab Saudi memaparkan rencana tersebut pada sekitar 250 investor dan para bintang Hollywood di Four Seasons Hotel, Beverly Hills, California, Rabu, 4 April 2018 waktu setempat.

Seperti dilansir Variety, Arab Saudi menawarkan kerjasama dengan Amerika Serikat terkait rencana tersebut. Diketahui Arab Saudi baru saja membentuk General Entertainment Authority (GEA), yang ditugaskan untuk memperluas industri hiburan di negara minyak tersebut.

Sejumlah kesepakatan telah dirancang. Di antaranya adalah AMC, perusahaan bioskop terbesar di dunia, mengumumkan bahwa mereka telah diberikan lisensi pertama untuk mengoperasikan bioskop di negara Timur Tengah. Kesepakatan tersebut menyusul pencabutan larangan beroperasinya bioskop dalam 35 tahun terakhir.

Selain itu, Cirque du Soleil yang merupakan perusahaan pertunjukan sirkus asal Kanada akan tampil pertama kalinya untuk Saudi National Day pada akhir tahun 2018 mendatang. National Geographic Explorer juga akan membangun 10 lokasi baru di Riyadh untuk 'Ocean Odyssey' yang merupakan wahana petualangan dengan teknologi imersif. Wahana tersebut rencananya dibuka pada 2019 mendatang.

Tidak hanya itu, Feld Enterteinment yang merupakan perusahaan tur asal Florida juga mendapatkan kesepakatan jangka panjang dengan GEA. Mereka akan mempersiapkan acara-acara internasional di Arab Saudi seperti 'Disney on Ice', 'Disney Live', Marvel Experience', dan 'Monster Jam'.

Dilansir Variety, kerja sama tersebut bertujuan agar warga Arab saudi mendapatkan pengalaman dan juga pelatihan sebagai penampil profesional. Karena IMG Artists juga nantinya akan ikut ambil bagian dalam membangun program-program hiburan di Arab Saudi, yang membutuhkan gedung-gedung pertunjukan untuk mendukung program tersebut.

Mulai dari nol



Kesepakatan-kesepakatan yang diumumkan pada Rabu, 4 April 2018 tersebut merupakan awal dari rencana ambisius Arab Saudi. Mereka mengharapkan peluang tersebut dapat menarik investor Amerika Serikat untuk ikut mengembangkan industri hiburan di negara yang selama ini memiliki pilihan destinasi hiburan yang terbatas untuk sekitar 32 juta penduduknya, dimana 70 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun.

"Kami memulai dari nol. Di beberapa area, kami memulai dari nol," ujar Kepala Eksekutif GEA, Fasial Bafarat.

Dia mengumumkan, Arab Saudi juga berencana membangun wahana air pertama di negara tersebut. Adapun produksi film menjadi fokus visi mereka untuk tercapai pada 2030 mendatang. Cetak biru rencana tersebut telah diresmikan oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Dalam rencananya, pembangunnan industri film dan hiburan tersebyt untuk mendiversifikasi ekonomi negara dan membangun segala infrastrukturnya, serta tujuan ambisius untuk memodernisasi negara.

Rencana ambisius tersebut terlihat dari bagaimana Bin Salman telah melakukan tur ke banyak kota di Amerika Serikat. Ia mengunjungi Washington D.C., New York, Boston, Seattle, hingga  Los Angeles untuk bertemu dengan banyak petinggi industri hiburan termasuk CEO Disney, Bob Iger.

Islam moderat



Seperti dilaporkan Variety, melalui rencana ambisius akan industri hiburan ini Arab Saudi tengah berusaha melepaskan diri dari ketergantungan akan sumber daya alam mereka. Arab Saudi berusaha menumbuhkan industri film dan juga hiburan untuk menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Di bawah putra mahkota yang baru, sejauh ini Arab Saudi memang telah melakukan sejumlah reformasi sosial. Salah satunya adalah memberikan perempuan hak untuk mengemudi. Saudi juga melonggarkan aturan berpakaian untuk wanita.

Bin Salman menuturkan, reformasi sosial tersebut dilakukan untuk mempromosikan bentuk islam yang lebih moderat. Lebih dari itu, untuk memunculkan Arab Saudi sebagai kekuatan utama di Timur Tengah.

"Ini adalah negara yang sedang ditransformasikan dalam banyak cara mendasar, dan dalam banyak bentuk, masyarakat yang lebih modern dan lebih hidup dari sebelumnya," tutur Jerry Feierstein, seorang ahli dari Middle East Institute yang baru-baru ini menjabat sebagai duta besar AS untuk Yaman di bawah Presiden Barack Obama, seperti dilansir Variety.

Sementara itu Loai Bafaqeeh, CEO dari Quality of Life Program, mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan Arab Saudi untuk meningkatkan kesejahteraan warganya sangat komprehensif. Para petinggi Arab Saudi mengeksplorasi berbagai cara untuk meningkatkan kesehatan, mengurangi angka obesitas dan diabetes, hingga meningkatkan jumlah warga yang berolahraga.

Arianna Huffington, yang didaulat menjadi moderator dalam pertemuan tersebut, menyebut bahwa rencana Arab Saudi yang ambisius tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi, Arab Saudi juga bertekad untuk mempercepat izin untuk para investor yang disebut-sebut tidak akan lebih lama dari 48 jam. "Itu lebih cepat dari pada di Los Angeles," ujarnya berkelakar.

Meski begitu, petinggi Cirque du Soleil, Tetrault menyebut semangat Arab Saudi untuk mentransformasi sektor ekonomi mereka itu sebagai ketamakan. "Keterbukaan untuk membawa begitu banyak produk baru itu rakus," ujarnya.***

Bagikan: