Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Oposisi Gelar Mogok Nasional 2 Hari Demi Lengserkan Maduro

Huminca Sinaga

CARACAS, (PR).- Krisis di Venezuela mengeskalasi setelah protes anti-Maduro meluas ke berbagai kalangan, termasuk para diplomat setempat. Dalam aksi anti-Maduro terbaru, kelompok oposisi, seperti dilaporkan Reuters, Minggu, 23 Juli 2017, akan menggelar mogok nasional pada Rabu dan Kamis pekan ini.

Mogok nasional selama 48 jam pada Rabu dan Kamis, diyakini massa oposisi akan melumpuhkan Venezuela. Mereka berharap, ini akan membuat Presiden Nicolas Maduro mundur dan membatalkan rencana mengubah konstitusi yang akan dilakukan pada 30 Juli 2017 ini.

Dalam aksi demonstrasi yang terjadi Minggu, puluhan terluka, termasuk musisi ternama setempat  Wuilly Arteaga. Dilansir Reuters, Arteaga langsung dilarikan ke rumah sakit.

Di sana, sang pemain biola ternama tersebut mengatakan, dirinya tak gentar dengan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan. "Mau itu peluru karet ataupun peluru timah, saya tak gentar. Tak ada yang bisa menghalangi aksi saya," ujarnya lewat cuitan di Twitter saat dirawat di rumah sakit.

"Saya akan kembali demo ke jalan sampai Maduro mundur," kata pebiola yang wajahnya berdarah dan luka parah tersebut. 

Sementara itu, akhir pekan lalu, para diplomat Venezuela mengajukan pengunduran diri. Mereka menilai, Maduro telah melanggar HAM banyak orang, termasuk demonstran dan kalangan lainnya.

Diplomat Venezuela yang ditempatkan di PBB, Isaias Medina mengatakan, dirinya dan sejumlah koleganya memilih mengundurkan diri karena perilaku Maduro sudah keterlaluan. Dalam wawancaranya dengan salah satu kantor berita di AS, Medina mengatakan, dia memutuskan mundur dari posisinya sebagai diplomat di PBB karena Maduro telah berubah menjadi pemimpin yang represif dan otoriter.

"Saya tak bisa lagi mentolerir semua aksi Maduro yang tak lagi koheren. Di satu sisi, Maduro kerap mempromosikan penghargaan terhadap HAM, tetapi di saat yang sama, dia justru melanggar HAM," ujar Medina.***

Bagikan: