Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.6 ° C

Emmanuel Macron Presiden Termuda di Dunia

Arie C. Meliala

JAKARTA,(PR).- Presiden terpilih Prancis Emmanuel Macron tercatat sebagai presiden termuda di dunia saat ini. Dia juga bahkan termuda dalam sejarah Prancis karena dalam usianya yang baru 39 tahun, dia akan resmi menjadi kepala negara. Macron menang dalam pemilu 7 Mei 2017 dengan 66,06 persen suara mengalahkan Marine Le Pen yang meraih 33,04 suara.

Pria kelahiran 21 Desember 1977 belakangan ini juga ramai dibicarakan karena dia menikah dengan wanita yang berprofesi sebagai guru, Brigitte Trognieux, pada 2007. Brigitte kini berusia 64 tahun dan sebelum dinikahi Macron, dia janda beranak tiga. Macron akan dilantik 14 Mei 2017 di Istana Elysee. Dia menggantikan Presiden Francois Hollande yang berusia 62 tahun dan juga seniornya dari Partai Sosialis.

Kemenangan Macron tentu penting bagi kelanjutan kerja sama Prancis dengan Indonesia. Apalagi 29 Maret lalu, Francois Hollande mengunjungi Indonesia. Kunjungan itu menjadi yang pertama sejak sekitar 31 tahun lalu setelah Presiden Francois Mitterand.

Seperti dilansir Antara, 8 Mei 2017, Presiden RI Joko Widodo dan Francois Hollande menyaksikan penandatanganan lima nota kesepahaman. Nota kesepahaman itu kerja sama kedua negara di bidang pembangunan urban berkelanjutan, pariwisata, pertahanan, ilmu pengetahuan dan penelitian, serta pertukaran tenaga peneliti.

Presiden Jokowi juga menyambut baik fokus baru dalam bilateral Indonesia-Prancis, yaitu kerja sama maritim dan ekonomi kreatif. Dalam kerja sama bidang maritim, Indonesia meminta kerja sama dalam memerangi IUU Fishing termasuk menjadikan IUU (Illegal, unreported and unregulated) fishing masuk sebagai "transnational crime organization". Sementara untuk bidang ekonomi kreatif, kerja sama di bidang sinematografi, perfilman, fashion dan ekonomi digital juga akan terus dikembangkan.

Bilateral



Selain kerja sama bilateral, Indonesia dan Prancis juga melakukan kerja sama yang erat di berbagai isu internasional. Beberapa di antaranya isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia, serta dan melawan ektremisme dan terorime. Kedua negara sepakat memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep "two state solution".

Indonesia dan Prancis sebagai penyumbang pasukan perdamaian dunia. Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama termasuk peningkatan kapasitas bahasa Prancis bagi pasukan Indonesia. Indonesia-Prancis juga sepakat penyebaran nilai-nilai toleransi. Keduanya sepakat menghilangkan xenophobia sebagai upaya memberantas ektremisme dan terorisme.

Kerja sama pertahanan antara Indonesia-Prancis diperdalam karena kesadaran kedua negara dalam kemandirian di bidang pertahanan, termasuk alat dan personalia.

Di bidang pariwisata, Prancis melihat Indonesia memiliki kepulauan besar. Sehingga perlu dikembangkan transportasi dan juga akan meningkatkan kunjungan wisata. Indonesia memiliki warga negara mayoritas muslim terbesar di dunia. Namun, Indonesia memperlihatkan kebinnekaan yang toleran. Hal ini mengilhami Prancis, untuk berprinsip kebebasan dan toleransi menghilangkan terorisme tanpa ada diskriminasi.

Francois Hollande kala itu menyatakan dimensi kebudayaan harus dijadikan inti hubungan Prancis dan Indonesia. Prancis memberi penekanan dalam kerja sama ekonomi kreatif. Sejak 2011, kemitraan Prancis dan Indonesia sudah memasukkan kerja sama di bidang budaya untuk setiap kreasi mulai dari video game, film, fashion, dan produk kreatif lain. Secara terbuka, Prancis menerima seluruh seniman dan kreator berbakat dari seluruh dunia untuk menjalin kerja sama produktif bagi kedua pihak.

Ucapan Selamat



Ucapan selamat berdatangan untuk Emmanuel Macron. Perdana Menteri Ceko Bohusla Sobotka menyambut baik kemenangan besar Emmanuel Macron. Dia ingin Prancis memainkan bagian yang kuat dan membanggakan dalam Uni Eropa.

Seperti dilansir Antara, Sobotka, menganggap kemenangan Macron adalah tanda positif bukan hanya buat Prancis tapi juga untuk seluruh Uni Eropa termasuk Republik Ceko.

Di Berlin, Pemerintah Jerman juga mengucapkan selama kepada Macron atas kemenangannya dalam proses demokrasi di Prancis. Kanselir Jerman Angela Merkel memang sudah menyampaikan dukungan untuk Macron. Juru Bicara Kanselir Jerman Steffen Seibert memuji kemenangan Macron sebagai "kemenangan buat Eropa yang bersatu dan kuat".

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel juga memuji pemilihan umum tersebut; ia men-tweet bahwa Prancis "dulu, sekarang dan pada masa depan tetap berada di tengah dan di jantung Eropa".

Presiden AS Donald Trump pun mengucapkan selamat kepada Macron. Trump sangat mengharapkan kesinambungan kerja sama AS-Prancis. "Selamat kepada Emmanuel Macron atas kemenangan besarnya hari ini sebagai presiden mendatang Prancis," kata Trump melalui tweet-nya.

Perdana Menteri Inggris Theresa May juga mengucapkan selamat atas kemenangan Macron dalam pemilihan Presiden Prancis. Juru bicaranya mengatakan, Prancis salah satu sekutu paling dekat. Inggris berharap bisa bekerjasama dengan presiden baru dalam banyak prioritas bersama.***

Bagikan: