Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 21.7 ° C

Besan Trump Manfaatkan Visa Investor untuk Tambah Modal

Huminca Sinaga
BEIJING, (PR)- Di tengah upaya pembatasan imigrasi ke Amerika Serikat, sejumlah pengusaha AS memanfaatkan program visa EB-5 untuk mendatangkan investor ke negara mereka. Tak terkecuali oleh Kushner, besannya Presiden Donald Trump karena putra mereka yang lulusan Harvard, Jared Kushner menikah dengan putri Trump, Ivanka.

Hal ini memang tak dilarang karena para miliuner yang berinvestasi ke AS, minimal 500.000 dolar AS atau sekira Rp 7 miliar bisa menetap di AS lewat visa EB-5. Masalahnya, program visa ini disinyalir dimanfaatkan konglomerat Kushner untuk kepentingan bisnis mereka.

Program visa tersebut tak salah, tetapi keterlibatan Grup Kushner dalam program tersebut rawan konflik kepentingan. Pasalnya, perusahaan tersebut sebelumnya dipegang Jared sebelum mengundurkan diri Januari 2017 lalu saat dipilih sebagai penasehat presiden.

Seperti dilaporkan The Guardian dan Reuters, Minggu, 7 Mei 2017, Perusahaan Kushner dan Grup KABR melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk mencari investor yang bersedia membiayai pembangunan komplek apartemen mewah di New Jersey.

Para pengembang dari grup konglomerat Kushner melakukan road show ke Tiongkok karena di sana miliuner dan berharap pembangunan apartemen mewah mereka bisa mendapat kucuran dana dari investor Tiongkok.

Karena di AS ada program visa untuk investor, Grup Kushner pun saat mencari investor di Tiongkok menggunakan program tersebut untuk menarik minat para warga kaya Tiongkok.

Dilansir Reuters, Grup Kushner berupaya untuk bisa menghimpun dana sebesar 150 juta dolar AS dari kaum kaya Tiongkok. Nilai tersebut sekira 15,4 persen dari total dana yang dibutuhkan untuk membangun dua apartemen mewah di New Jersey yang saat ini pembangunannya masih berlangsung.

Lembaga imigrasi Qiaowai di Beijing yang selama ini membantu para warga Tiongkok yang ingin bermigrasi ke AS, ikut mempublikasikan iklan soal program visa EB-5 untuk investor asing.

Lewat visa tersebut, para investor asing yang menginvestasikan dana mereka sedikitnya 500 ribu dolar AS atau sekira Rp 7 miliar, bisa membawa keluarga mereka ke AS untuk menetap di sana.

Sejumlah kalangan menilai, jika perusahaan yang terlibat mencariinvestor tersebut bukan Grup Kushner, maka hal ini tak akan diributkan. Pasalnya, perusahaan tersebut dimiliki keluarga Kushner yang punya ikatan kekerabatan setelah anak mereka menikahi putri Trump.

Alasan inilah membuat sejumlah warga AS khawatir program visa tersebut dimanfaatkan untuk menguntungkan kepentingan keluarga besan Trump. ***
Bagikan: