Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Dalam 2 Tahun, 600 Orang Tewas di Pusat Penahanan Imigrasi Malaysia

Huminca Sinaga
KUALA LUMPUR, (PR).- Panel Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Malaysia, Selasa 4 Maret 2017, mengecam pelanggaran HAM di penjara dan pusat detensi imigrasi Malaysia. Seperti dilaporkan Reuters, berdasarkan hasil investigasi komisi tersebut, lebih dari 600 tahanan tewas di sejumlah pusat detensi imigrasi dan penjara Malaysia dalam dua tahun terakhir.

Komisi HAM Malaysia pun menyerukan reformasi di penjara dan pusat detensi segera dilakukan.

Dalam laporan tahunannya, Komisi HAM Malaysia (Suhakam) mengungkapkan, lebih dari 100 tahanan asing tewas di sejumlah pusat detensi imigrasi. Selain itu, 521 tahanan lokal juga dlaporkan tewas di dalam penjara dalam kurun waktu 2015 hingga 2016. Sebanyak 12 orang lainnya juga dilaporkan tewas di kepolisian pada 2015.

Suhakam menyebutkan, lebih dari setengah total jumlah tahanan asing yang tewas itu berasal dari Myanmar. Mereka merupakan sebagian dari puluhan ribu pengungsi Myanmar yang datang ke Malaysia, termasuk Muslim Rohingya yang melarikan diri setelah Negara Bagian Rakhine di Burma dilanda konflik sektarian.

"Hanya ada sedikit perhatian terhadap hak asasi manusia para tahanan," ujar Ketua Suhakam, Razali Ismail.

Masih kata Razali, kondisi di banyak pusat penahanan imigrasi di Malaysia sangat memprihatinkan karena para tahanan diperlakukan tak manusiawi. "Khususnya di pusat tahanan imigrasi, banyak tahanan yang tak bisa bergerak bebas karena kondisi sel yang sangat sempit. Mereka pun tak bisa tidur nyaman. Kondisi ini sangat tak manusiawi," ujar Razali.

Sejumlah mantan tahanan mengungkapkan kesaksian mereka kepada Reuters. Menurut mereka, saat masih ditahan di pusat detensi imigrasi, kondisi sel tahanan sangat sempit dan tak bersih. Sebagian di antara mereka mengaku hanya diberi sedikit makanan dan minuman yang membuat tubuh mereka kurang gizi. Selain itu, sejumlah mantan tahanan mengaku, kondisi penjara yang tidak higienis membuat beberapa di antara mereka terkena infeksi paru-paru, leptospirosis, dan penyakit menular lainnya.

Menanggapi laporan tahunan Suhakam yang mengungkap buruknya perlakuan aparat terhadap para tahanan, Wakil Mendagri Malaysia Nur Jazlan Mohamed mengatakan, anggaran akan segera dinaikkan untuk memperbaiki fasilitas pusat detensi imigrasi di seantero Malaysia.

Jumlah total pusat detensi di Malaysia adalah 13 rumah tahanan yang menampung 86.795 tahanan sepanjang tahun 2016.***
Bagikan: