Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Hujan singkat, 21.9 ° C

Sesame Street Bahas Autisme Lewat Karakter Julia

WASHINGTON, (PR).- Serial televisi Sesame Street (Jalan Sesama) mengeluarkan karakter boneka terbaru untuk episode April mendatang. Namanya Julia, perempuan berumur empat tahun. Julia memiliki rambut sebahu berwarna oranye, serta kaos berwarna ungu muda berpadu ungu tua.

Bukan hanya bentuk rupa, karakter boneka ini pun memuat pesan penting bagi anak-anak lewat karakternya. Boneka Julia adalah karakter anak perempuan yang mengidap autis.

Dalam video pengenalannya, Julia sedang memainkan sebuah boneka beruang berwarna cokelat. Ia menyanyikan lagu tema Sesame Street berjudul “Sunny Days” tanpa lirik. Kemudian datang Abby Cadabby dan menemaninya bernyanyi. Mereka berdua tertawa, bahkan di akhir, Abby mencium boneka yang dipegang oleh Julia.

Apa yang dilakukan Abby menunjukkan bahwa anak yang mengidap autis bukan untuk dijauhi apalagi untuk dirisak. Ia mesti didekati dan diberi kebahagian sepenuh hati.

“Kami ingin menggunakan karakter anak autis dalam jalur yang benar. Untuk pendidikan,” ucap Jeanette Betancourt, wakil presiden dari penelitian dan pendidikan Sesame Workshop dikutip dari The New York Times.

“Kami ingin mematahkan mitos dan pemahaman yang salah terhadap autisme, terutama yang menimpa pada banyak perempuan."

Selain dalam film, Sesame Workshop, organisasi nirlaba yang beregerak pada bidang sosial dan anak-anak dan berelasi dengan Sesame Street juga akan meluncurkan pendidikan autis dalam bentuk buku baik cetak maupun elektronik, dalam bahasa Spanyol dan bahasa Inggris.

Dilansir Japan Today, angka autisme di Amerika memang cukup tinggi, meningkat dari tahun ke tahun. Data dari Pusat Pencegahan dan Penangangan Penyakit, potensi anak di Amerika yang dapat terkena autis adalah 1 dari 68 anak. Namun, lembaga itu menyatakan tidak mudah untuk menangani hal tersebut.

Sesame Street memang seringkali mendidik anak-anak untuk membuka mata dan paham terhadap isu anak-anak di sekitarnya, bahkan di dunia. Seperti didata portal berita Times, setidaknya sudah ada tiga karakter yang ditampilkan Sesame Streets untuk mengadvokasi anak-anak.

Pertama, karakter perempuan bernama Zari, karakter boneka dengan rambut bermacam-macam warna, dikeluarkan pada tahun 2016 untuk merespon pemberdayaan perempuan di Afganistan. Dengan menghadirkan tokoh itu, Sesame Street ingin mengajarkan pada anak-anak perempuan Afganistan untuk tidak takut bersekolah setinggi mungkin, dan bersemangat dalam meraih cita-cita.

Karakter kedua adalah Alex, seorang anak lelaki yang memiliki ayah seorang pesakitan di jeruji besi. Alex dikeluarkan ketika data menunjukkan ada 2,7 juta anak Amerika yang memiliki aya seorang tahanan. Topik itu merupakan topik yang sulit untuk disampaikan kepada anak-anak. Tapi menurut wakil presiden Sesame Worksop, hal itu perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengajarkan anak menghadapi hinaan teman-temannya, interaksi dalam keluarga yang terpisah karena perceraian atau saat terkena permasalahan lain.

Karakter ketiga bernama Kami. Kami menjadi karakter pertama Sesame Street yang terjangkit HIV positif. Hal ini untuk mengkampanyekan anti-stigma negatif kepada anak-anak, terutama yang berada di Afrika selatan dan Nigeria.

Kreativitas dan niat untuk mendidik dalam dunia hiburan seperti yang dilakukan Sesame Street, dapat ditiru oleh media massa Indonesia. Lembaga siaran anak-anak perlu memberi ruang lebih banyak untuk edukasi anak. (Muhammad Fasha Rouf)***

Bagikan: