Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Donald Trump Akan Cabut Sanksi Jika Rusia Bisa Berguna

Yusuf Wijanarko
WASHINGTON, (PR).- Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, berjanji akan mempertahankan sanksi atas Rusia untuk sementara waktu namun akan mencabutnya jika Moskow dia nilai berguna bagi Washington.

Dalam ringkasan wawancara panjang oleh yang disiarkan, Jumat 13 Januari 2017 itu, Trump mengatakan, "Jika Anda berhubungan baik dan jika Rusia membantu kita (Amerika Serikat), lalu kenapa kita harus menerapkan sanksi kepada yang berguna bagi kita?"

Trump mengisyaratkan akan mencabut sejumlah sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Presiden Barack Obama pada Desember 2016 sebagai balasan Obama atas skandal peretasan menjelang pemilu presiden Amerika Serikat. Hal itu akan dilakukan jika Moskow berperan besar dalam memerangi terorisme dan hal lainnya yang sesuai dengan kepentingan Washington.

Kepada The Wall Street Journal, Trump menyatakan siap bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah resmi diangkat pada 20 Januari 2017.

"Saya mengerti jika mereka ingin bertemu dengan saya," kata dia.

Trump juga mengungkapkan visinya mengenai Beijing terutama terkait kebijakan Satu Tiongkok yang menjadi landasan sikap Amerika Serikat dengan Taiwan selama beberapa dasawarsa belakangan.

"Semuanya bisa dirundingkan, termasuk kebijakan Satu Tiongkok," kata Trump seperti dilaporkan Reuters dan dikutip Antara.

Sebelumnya, Trump memicu amarah Tiongkok setelah menerima telefon dan ucapan selamat dari pemimpin Taiwan. Dia juga sempat mempertanyakan kebijakan Datu Tiongkok.

Amerika Serikat selama ini menerima sikap Tiongkok dan mengakui Taiwan sebagai bagian dari negara Tiongkok.

Pada masa kampanye menjelang pemilu presiden, Trump juga pernah menyebut Tiongkok sebagai manipulator mata uang untuk memperkuat ekspor. Mengenai hal tersebut, dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Trump mengatakan bahwa dia tidak akan segera memutuskan kebijakan.

"Saya akan berbicara dengan mereka *Tiongkok) terlebih dahulu. Jelas, mereka adalah manipulator mata uang tapi saya tidak akan melakukan hal itu (menjatuhkan sanksi). Mereka menurunkan mata uang mereka dengan sengaja. Akibatnya, perusahaan kami tidak bisa bersaing dengan sehat karena mata uang Amerika Serikat terlalu kuat. Hal itu membunuh kami," kata Trump.***
Bagikan: