Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 28.4 ° C

Donald Trump Ragukan Kinerja CIA

Huminca Sinaga
WASHINGTON, (PR).- Kurang dari dua pekan menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, sang miliuner asal New York tersebut justru membuat pernyataan yang meragukan kredibilitas lembaga intelejen AS, CIA.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis 5 Januari 2017, Donald Trump meragukan hasil penyelidikan CIA terkait serangan siber yang dilakukan Rusia.

Lewat akun Twitternya, Trump menyatakan, dia lebih memercayai Wikileaks ketimbang CIA. Dia menyatakan skeptis dengan hasil penyeleidikan CIA yang menuduh Rusia berada di balik peretasan sistem pemilu AS, 8 November 2016 lalu.

Trump menyebutkan, laporan Wikileaks tak pernah menyatakan Rusia sebagai pelaku serangan siber pada pemilu AS lalu.

"Pendiri Wikileaks, Julian Assange mengatakan 'Bisa jadi peretas Podesta adalah seorang bocah 14 tahun'. Kenapa DNC begitu ceroboh? Assange juga mengatakan, Rusia tidak memberinya informasi!" kata Trump.

DNC yang dimaksud Trump adalah Komite Nasional Partai Demokrat. Sementara Podesta yang punya nama lengkap John Posedta adalah manager kampanye Hillary Clinton.

Trump juga mengutip pernyataan Assange saat diwancarai Fox News bahwa peliputan media AS terkait dugaan peretasan tersebut tidak jujur.

Peretasan surel DNC yang diduga dilakukan kelompok asal Rusia telah membuat sejumlah kalangan menuding pemerintah asing mengintervensi pemilu AS. Peretasan surel itu menambah daftar skandal surel yang menimpa Hillary Clinton. Sebelumnya Hillary Clinton juga sempat dihujani kecaman setelah puluhan ribu surelnya selama menjabat sebagai menteri luar negeri AS bocor karena Hillary Clinton saat itu menggunakan server pribadi yang sempat dikiranya aman.

Seperti dilaporkan Yahoo News, skandal bocornya ribuan surel DNC yang terjadi beberapa hari menjelang pelaksanaan Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia membuat kekisruhan di kalangan elite Partai Demokrat. Pasalnya, dalam surel-surel tersebut terungkap bagaimana sejumlah tim sukses Hillary Clinton menjelek-jelekkan Bernie Sanders, rival utama Clinton sebelum senator Vermont itu akhirnya mundur legawa dan balik mendukung istri Bill Clinton tersebut untuk menjadi presiden AS.

Skandal peretasan surel DNC juga telah memicu mundurnya Ketua Konvensi Partai Demokrat Debbie Wasserman Schultz. Padahal Schultz telah mendampingi Clinton sejak dia kalah dari Obama pada pemilu 2008 lalu. Namun Schults menyadari bahwa keberadaan dia hanya akan menjadi duri dalam konvensi Partai Demokrat sehingga mundur merupakan pilihan terbaik baginya.***
Bagikan: