Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya cerah, 25.8 ° C

Hawaii Bisa Jadi Target Rudal Antar Benua Korut

Huminca Sinaga
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un berfoto saat uji coba peluncuran rudal balistik bawah laut. Foto tanpa tanggal itu drilis oleh Kantor Berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) di Pyongyang, Kamis 25 Agustus 2016.
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un berfoto saat uji coba peluncuran rudal balistik bawah laut. Foto tanpa tanggal itu drilis oleh Kantor Berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) di Pyongyang, Kamis 25 Agustus 2016.
PYONGYANG, (PR).- Mengawali tahun baru, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, melontarkan pernyataan mengejutkan. Seperti dilaporkan BBC, Minggu, 1 Januari 2017, pemimpin termuda di Asia tersebut menyatakan bahwa uji coba rudal balistik jarak jauh yang mampu mengangkut hulu ledak nuklir akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Saat menyampaikan pernyataan Tahun Baru tersebut, Kim mengklaim bahwa pembuatan rudal balistik antarbenua milik Korut tersebut sudah dalam "tahap akhir". "Riset dan pengembangan peralatan senjata canggih berjalan secara aktif dan persiapan uji roket balistik antar benua dalam tahap akhir,"kata Kim dikutip BBC.

Pyongyang selama ini telah melangsungkan dua tes nuklir selama setahun terakhir. Bahkan, baru-baru ini Korut mengklaim telah mencapai terobosan dalam mengembangkan sebuah rudal yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat.

Akan tetapi, kantor berita Reuters mengutip keterangan seorang pejabat senior militer AS yang menyebutkan bahwa meskipun Korea Utara tampaknya mampu meletakkan hulu ledak nuklir dalam wujud miniatur pada rudal, teknologi rudal yang membuat sebuah roket menjangkau sasaran jarak jauh masih menjadi kendala serius bagi Korut.

Selama ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan pada Korut untuk tidak melakukan uji rudal, dalam bentuk apapun. Namun Korut mengabaikan peringatan tersebut yang membuat negara Stalinis tersebut dikenai sanksi ekonomi yang sampai sekarang masih berlangsung.

Sanksi ini telah membuat perekonomian Korut semakin terpuruk. Namun bantuan Tiongkok yang menjadi satu-saunya teman Korut, telah membuat negara komunis tersebut masih bisa bertahan dari gempuran sanksi internasional. Yang jelas, efek sanksi telah membuat negara tersebut dilanda kelaparan dan kurang gizi.

Komunitas internasional sendiri sangat prihatin dengan situasi di Semenanjung Korea karena Korut selama ini tak memperdulikan hukum dan aturan internasional. Korut, bahkan, berani melawan PBB dengan mengabaikan resolusi DK PBB yang melarang Korut melakukan uji coba nuklir dan senjata lainnya.

Dunia khawatir jika Korut benar-benar berhasil punya rudal yang bisa membawa hulu ledak nuklir sejauh 3000 km, ini artinya Korut bisa menyerang negara-negara lain di luar Semenanjung Korea. Bahkan, Korut pernah sesumbar, roketnya akan mampu menghancurkan wilayah Hawaii di AS.***
Bagikan: