Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya cerah, 25.8 ° C

Salvo Iringi Pemakaman Fidel Castro

Huminca Sinaga
SANTIAGO, (PR).- Keluarga Fidel Castro, Minggu 4 Desember 201,6 menggelar pemakaman sang pejuang revolusioner di kota Santiago, sekira 1.000 kilometer dari ibu kota Kuba, Havana.

Seperti dilaporkan Reuters, upacara pemakaman dilakukan bertepatan dengan berakhirnya masa berkabung nasional selama sembilan hari yang dimulai pada 25 November 2016 lalu.

Tembakan salvo sebanyak 29 kali melepas kepergian Fidel Castro untuk selamanya. Upacara pemakaman dipimpin langsung Presiden Raul Castro yang juga adik kandung Fidel Castro.
Puluhan ribu rakyat Kuba dan juga puluhan pemimpin dunia ikut menghadiri pemakaman Fidel Castro di Santiago.

Sesuai dengan permintaan Fidel Castro sebelum meninggal, jenazahnya harus dikremasi. Pihak keluarga pun mengikuti instruksi tersebut. Abu jenazah pemimpin negara komunis terlama di Amerika Latin tersebut sempat melakukan perjalanan selama empat hari dari Havana ke Santiago.

Kota Santiago dipilih, bukan Havana, karena di kota tersebutlah revolusi Kuba lahir untuk pertama kalinya saat dipimpin Fidel Castro.

Di Santiago, Fidel Castro dimakamkan di samping makam pahlawan kemerdekaan Kuba Jose Marti. Marti selama ini dikenal sebagai pemimpin gerakan kemerdekaan, penyair, penulis, dan pahlawan yang sangat dihormati rakyat Kuba.

Fidel Castro pun, saat muda, terinspirasi menjadi pelaku revolusi karena terpapar banyak karya-karya Marti.

Oleh karena itu, dengan dimakamkannya Fidel Castro di samping Marti, warga Kuba berharap semangat revolusi kedua pahlawan mereka itu akan terus hidup selamanya.

Presiden Kuba Raul Castro, dalam pidatonya, di pemakaman abangnya itu, bersumpah untuk menghormati prinsip-prinsip dan tujuan revolusi yang dipimpin Fidel Castro.

Dilansir BBC, Raul juga mengumumkan soal larangan penggunaan nama Fidel Castro untuk monumen atau jalan karena hal itu telah diwasiatkan abangnya sebelum meninggal.

"Sang pemimpin revolusi sangat menentang segala bentuk pengultusan dirinya. Tidak akan didirikan monumen atau patung dada Fidel di seluruh Kuba," ujarnya.

Seperti diketahui, Fidel Castro yang selama lima dekade berkuasa, sempat mengalami percobaan pembunuhan lebih dari 600 kali itu, akhirnya meninggal dunia pada 25 November lalu pada usia 90 tahun.

Satu dekade sebelumnya atau tahun 2006, Fidel Castro sudah mendelegasikan kekuasaanya kepada adiknya, Raul Castro, yang juga aktif membantu Fidel Castro dan Che Guevara selama masa revolusi tahun 1950-an.***
Bagikan: