Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 28.7 ° C

Korea Utara Anugerahi Fidel Castro Gelar Pahlawan

Huminca Sinaga
PYONGYANG, (PR).- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Senin 28 November 2016, mengumumkan berkabung nasional selama tiga hari untuk menghormati pahlawan rakyat Korut Fidel Castro. Seperti dilaporkan AFP, masa berkabung dimulai Senin 28 November 2016 sampai Rabu 30 November 2016 mendatang. Korut selama ini menganggap Fidel Castro sebagai pahlawan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK). Castro merupakan satu-satunya pemimpin asing yang diberi gelar tertinggi di Korut tersebut.

Kendati Kuba dan Korut berbeda secara geografis dan aspek lainnya, keduanya berbagi kesamaan ideologi dan juga status di dunia internasional. Dalam hal ini, Korut dan Kuba merupakan dua negara yang dikucilkan di dunia karena sejumlah persoalan, mulai dari produksi senjata nuklir sampai dengan pelanggaran HAM.

Korut dan Kuba bahkan di era Bush disebut sebagai negara poros setan. Kecaman dan pengucilan dunia terhadap mereka, membuat kedua negara punya ikatan emosional. Apalagi, Castro adalah satu-satunya pemimpin di dunia yang berani melawan AS dan berhasil bertahan sampai ajal menjemputnya Sabtu 26 November 2016 dini hari lalu.

Bagi Korut dan juga negara berkembang lainnya, Castro merupakan pemimpin revolusioner yang patut diteladani karena dia mampu mempertahankan kedaulatan Kuba. Padahal, sanksi internasional yang harus dihadapi Kuba sangat berat sejak Castro berkuasa tahun 1950-an sampai sebelum normalisasi dengan AS dimulai 2014 lalu.

Bahkan, Castro sempat dimusuhi oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an yang membuat negara tersebut secara ekonomi hampir bangkrut. Namun, dengan karismanya dan kepintarannya berorasi, Castro mampu meyakinkan warganya untuk tetap bertahan dalam masa-masa sulit.

Di saat bermusuhan dengan Uni Soviet tersebut, Castro diangkat sebagai pemimpin gerakan Non-Blok, kendati hanya bertahan beberapa tahun karena akhirnya Castro kembali mendekat dengaan Soviet. Apalagi, Castro adalah satu-satunya pemimpin di dunia yang berani melawan AS dan berhasil bertahan sampai ajal menjemputnya Sabtu dini hari lalu.

Bagi Korut dan juga negara berkembang lainnya, Castro merupakan pemimpin revolusioner yang patut diteladani karena dia mampu mempertahankan kedaulatan Kuba. Padahal, sanksi internasional yang harus dihadapi Kuba sangat berat sejak Castro berkuasa tahun 1950-an sampai sebelum normalisasi dengan AS dimulai 2014 lalu.

Bahkan, Castro sempat dimusuhi oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an yang membuat negara tersebut secara ekonomi hampir bangkrut. Namun, dengan karismanya dan kepintarannya berorasi, Castro mampu meyakinkan warganya untuk tetap bertahan dalam masa-masa sulit. Di saat bermusuhan dengan Uni Soviet tersebut, Castro diangkat sebagai pemimpin Gerakan Nonblok, kendati hanya bertahan beberapa tahun karena akhirnya Castro kembali mendekat dengaan Soviet.***
Bagikan: