Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Hillary Clinton Sakit, Pencalonannya Diragukan

Huminca Sinaga
NEW YORK, (PR).- Calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat Hillary Clinton jatuh sakit saat menghadiri peringatan ke-15 tragedi 11 September di Monumen Peringatan Ground Zero, New York. Akibat sakit, keberadaan Clinton pun di acara tersebut hanya sebentar.

Dilansir The Guardian, Senin 12 September 2016, sakitnya Clinton ini membuat sejumlah kalangan mempertanyakan apakah mantan ibu negara AS itu masih fit untuk menjadi presiden AS, jika menang pilpres kelak.

Banyak kalangan menilai bahwa sakitnya Clinton di depan publik membuat kampanye capres Partai Republik Donald Trump diuntungkan. Pasalnya, selama ini Trump kerang menuding Clinton penyakitan. Menurut Trump, sejak akhir tahun 2012, usai insiden pingsannya Clinton yang saat itu menjabat sebagai menlu AS, kondisi kesehatan rivalnya itu, sudah tak fit. Karena punya penyakit parah tersebut, Trump menilai Clinton tak akan bisa menjalankan tugas kepresidenan dengan baik.

Saat itu, Clinton didiagnosa mengalami penggumpalan darah dan setelah sempat cuti sakit beberapa minggu, Clinton dinyatakan sehat.

Namun banyak kalangan meragukan Clinton benar-benar pulih. Isu ini menguat saat Clinton mencalonkan diri sebagai capres Partai Demokrat. Namun Clinton selama masa kampanye berhasil membuktikan semua keraguan tersebut. Bahkan, akhir Agustus 2016 lalu, untuk membuktikan tubuhnya fit, Clinton muncul dalam acara televisi yang dibawakan presenter ternama Jimmy Kimmel. Dalam acara penuh humor itu, Clinton menunjukkan dirinya cukup kuat untuk membuka tutup botol acar. Biasanya sejumlah orang kerap menggunakan alat bantu untuk membuka botol acar, tetapi Clinton membuka itu hanya dengan tangannya, tanpa bantuan alat apapun.

Akan tetapi, insiden terbaru saat Clinton yang jatuh di tengah peringatan 11 September yang membuatnya harus dibopong para pengawalnya ke dalam mobil van warna hitam, membuat publik AS khawatir dengan kondisi kesehatan wanita berusia 68 tahun tersebut.

Saat itu, staf Clinton sempat menutup-nutupi insiden tersebut. Mereka menyebutkan Clinton jatuh karena kepanasan sehingga harus meninggalkan acara peringatan 11 September lebih awal.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan Clinton didiagnosis menderita pneumonia. Penyakit ini diklaim ini tak berdampak serius terhadap pencalonannya sebagai capres AS yang akan bertarung melawan Trump pada awal Novemeber 2016 mendatang.

Meskipun demikian, tim sukses Clinton telah mengumumkan penundaan sejumlah perjalanan Clinton yang pada Senin ini dijadwalkan akan mengunjungi konstituennya di Los Angeles dan San Fransisco.***
Bagikan: