Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 19.4 ° C

Evan McMullin Jadi Capres Alternatif untuk Jegal Trump

Huminca Sinaga
WASHINGTON, (PR).- Sikap antipati terhadap dari kalangan Partai Republik terhadap pencalonan Donald Trump semakin meningkat. Seperti dilaporkan laman The Guardian, Selasa 9 Agustus 2016, para elite Partai Republik menilai Trump tak pantas menjadi presiden AS karena dinilai semberono, sering membuat komentar kontroversial, tak punya pengalaman dalam politik, serta tak paham soal politik luar negeri.

"Dari perspektif kebijakan luar negeri, Donald Trump tak punya kualifikasi sebagai presiden dan juga pemimpin militer tertinggi," demikian pernyataan puluhan elite Partai Republik, termasuk sejumlah penasihat tertinggi era Presiden George W Bush, dalam surat terbuka mereka menentang Trump menjadi presiden AS.

Keberatan lainnya, Trump belakangan ini menjalin hubungan mesra dengan Rusia, yang merupakan hal yang aneh dalam kebijakan luar negeri Partai Republik.

Sementara di saat yang sama, kelompok anti-Trump lainnya, "Never Trump" dan "Better for America" menyodorkan capres alternatif untuk menggantikan Trump. Direktur Kebijakan Partai Republik yang juga mantan anggota CIA, Evan McMullin, telah mencalonkan diir sebagi presiden alternatif dari partai Republik. Nama Evan tak terlalu dikenal di kalangan Partai Republik dan juga di kalangan warga AS lainnya, tetapi keberanian dia mencalonkan diri sebagai capres dari partai konservatif tersebut telah membuat sosoknya menjadi pusat perhatian warga AS.

Evan mengatakan dirinya maju karena banyak kalangan kecewa dengan Trump. Hal ini bisa dilihat dari terus merosotnya popularitas Trump di kalangan Partai Republik. Oleh karena itu, kata Evan, dia ingin mengambil peluang tersebut di saat warga Republikan kecewa dengan sosok Trump yang kontroversial.

"Dalam setahun ini, banyak warga AS kehlangan kepercayaan terhadap para capres mereka, baik itu dari Partai Republik maupun Partai Demokrat. Oleh karena itu, ini adalah saat yang tepat bagi generasi baru untuk melangkah maju," ujar Evan dalam pernyataannya seraya menambahkan, dirinya akan maju lewat jalur independen.

"Saya menawarkan diri sebagai pemimpin dengan harapan bisa menjadi pilihan alternatif bagi jutaan warga konservatif AS yang kecewa dengan capres yang ada saat ini," ujarnya lagi.

Namun sebelum melanjutkan proses pencapresannya, Evan harus mengajukan gugatan ke mahkamah konstitusi karena pencapresan dilakukan setelah tenggat terlampaui akhir Juni lalu. Partai Republik dan Partai Demokrat telah menyelenggarakan konvensi dan telah menetapkan capres mereka masing-masing, Trump dan Clinton.

Dilaporkan, kampanye “McMullin for President” telah diluncurkan dan laman penggalangan dana untuk kampanye tersebut juga telah dibuat, yang bernama EvanMcMullin.com. Dalam laman resmi kampanye Evan tersebut, tampak foto mantan anggota CIA itu yang disertai dengan kalimat "Maju sebagai capres karena tak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu yang baik."***
Bagikan: