Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Teror ke Marina Bay Gagal, Singapura Puji Indonesia

Huminca Sinaga
SINGAPURA, (PR).- Otoritas Singapura mengaku tak terkejut dengan penangkapan enam terduga teroris yang dilakukan aparat Indonesia di Pulau Batam, Jumat 5 Agustus 2016. Seperti dilansir Reuters, keenam terduga teroris itu dituding telah merencanakan serangan teroris ke ke Marina Bay, Singapura.

Otoritas Singapura juga merespons positif penggagalan serangan teroris ke negara mereka dan telah berkoordinasi dengan otoritas Indonesia.

"Kami sudah tahu soal rencana serangan dengan roket tersebut," demikian pernyataan Mendagri Singapura Kasiviswanathan Shanmugam, Jumat, seperti dilaporkan Reuters.

Masih kata Mendagri Singapura, negaranya rentan dengan serangan teroris karena wilayahnya sangat kecil. "Serangan bisa datang dari teroris mana saja, termasuk yang datang langsung ke Singapura. Mereka juga bisa datang dari luar Singapura karena luas wilayah kami sangat kecil. Jadi, risiko serangan dari para teroris di luar Singapura pun besar," ujar Shanmugam seraya menambahkan pihaknya berterima kasih atas kerja sama baik dengan Indonesia dan tindakan untuk menangkal gerakan radikal tersebut.

Seperti diketahui, otoritas Indonesia mengklaim telah menangkap 6 terduga teroris yang terkait dengan kelompok ISIS. Juru bicara mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli mengatakan, 6 orang yang ditangkap pada Jumat pagi itu diduga merencanakan serangan dari Batam ke Singapura. Mereka merupakan jaringan Bahrun Naim.

Dalam wawancara tersebut, Boy tak mengungkapkan apakah saat penangkapan keenam orang jaringan Naim tersebut, aparat menemukan roket yang akan digunakan untuk menyerang Marina Bay. Boy hanya menyebutkan bahwa jaringan Naim bukan kelompok teroris baru di Indonesia. Kelompok ini, lanjut Boy, telah beberapa kali mencoba melakukan serangan di Indonesia, termasuk serangan di kantor kepolisian Solo bulan lalu yang menewaskan sang pengebom.

Sampai saat ini kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait rencana serangan teror tersebut.***
Bagikan: