Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 19.2 ° C

Ritual Aneh, Heyna Dapat Bayaran Setelah Meniduri Wanita

Anwar Effendi
LILONGWE, (PR).- Di area terpencil di selatan Malawi, anak-anak gadis lumrah dipaksa berhubungan seks dengan seorang pekerja seks yang disebut ‘hyena’ ketika mereka mencapai pubertas.

Tindakan ini tidak dianggap sebagai pemerkosaan oleh tetua adat, namun sebagai bentuk ritual ‘pembersihan’. Tetapi, seperti dilaporkan Ed Butler, hal ini memiliki potensi sebaliknya, bukan pembersihan tapi sebuah cara menyebarkan penyakit.

Wartawan BBC bertemu dengan seorang hyena bernama Eric Aniva di halaman gubuknya yang berdebu di kawasan Nsanje di selatan Malawi. Beberapa kambing dan ayam tampak makan kotoran di luar.

Mengenakan baju hijau yang kotor, dan berjalan pincang (salah satu kakinya timpang sejak lahir katanya), dia begitu antusias menerima media. Dia sepertinya senang dengan perhatian media.

Aniva dianggap sebagai ‘hyena’ terbaik di kampung. Gelar adat itu diberikan ke seorang pria yang dibayar oleh beberapa komunitas di bagian terpencil di selatan Malawi untuk memberikan yang disebut dengan ‘pembersihan’ seksual.

Jika seorang pria meninggal, misalnya, maka menurut tradisi istrinya wajib tidur dengan Aniva sebelum dia dapat mengubur suaminya. Jika seorang wanita mengalami aborsi, pembersihan seksual juga wajib dilakukan.

Dan yang paling mengejutkan, di Nsanje ini, remaja perempuan setelah mendapatkan menstruasi pertama mereka, dipaksa berhubungan seks hingga tiga hari, untuk menandai peralihan dari masa anak-anak ke wanita dewasa.

Jika mereka menolak, dipercaya bahwa penyakit atau kemalangan yang fatal dapat terjadi di keluarga mereka atau bahkan di seluruh kampung.

"Kebanyakan yang saya pernah tiduri adalah remaja putri, anak perempuan yang masih bersekolah," Aniva bercerita kepada BBC.

"Beberapa anak masih berusia 12 atau 13 tahun, namun saya lebih suka yang lebih tua. Semua anak perempuan ini senang jika saya menjadi hyena mereka. Mereka sesungguhnya bangga dan menceritakan ke orang lain jika lelaki ini adalah lelaki sejati, dia tahu bagaimana menyenangkan seorang wanita,” ungkapnya.

Terlepas dari perkataannya yang menyombong, beberapa anak yang ditemui BBC di kampung terdekat memperlihatkan kejijikan atas siksaan yang harus mereka lewati.

"Tidak ada lagi yang dapat saya perbuat. Saya harus melakukannya demi orangtua saya. Jika saya menolak, anggota keluarga saya dapat terkena penyakit –bahkan mati– sehingga saya pun takut,” kata seorang gadis, Maria.

Mereka mengaku semua teman-teman perempuan mereka dipaksa berhubungan seksual dengan seorang hyena.

Aniva sepertinya berusia 40an (dia tidak pernah jelas dengan usianya) dan sekarang memiliki dua istri yang tahu persis apa yang dia kerjakan.

Dia mengklaim telah tidur dengan 104 wanita dan gadis –meski jumlah yang sama dia sebutkan di harian lokal pada 2012, saya merasa dia sudah tidak menghitung lagi sejak lama.

Aniva memiliki lima anak yang diketahuinya – dia tak yakin berapa banyak wanita dan gadis telah hamil dibuatnya.

Dia berkata dia salah satu dari 10 hyena di komunitas ini dan setiap kampung di kawasan Nsanje memiliki hyena. Mereka dibayar dari US$4 (Rp 52.000) hingga US$7 (Rp 92.000) setiap kali.

Berjarak satu jam perjalanan, saya dikenalkan dengan Fagisi, Chrissie dan Phelia, wanita berusia 50 tahunan sebagai penjaga tradisi ini dilaksanakan di kampung mereka.

Tugas mereka adalah mengumpulkan gadis remaja di kamp-kamp setiap tahunnya, mengajarkan mereka akan tugas mereka sebagai istri dan bagaimana menyenangkan seorang pria secara seksual.

‘Pembersihan seksual’ dengan seorang hyena adalah tahapan terakhir proses ini, disusun dengan sukarela oleh para orangtua. Ini diperlukan, jelas Fagisi, Chrissie, dan Phelia, ‘agar orang tua dan komunitas mereka tak terjangkit penyakit’.

"Kami harus melatih anak-anak gadis kami perilaku yang baik, sehingga mereka tidak melenceng, menjadi istri yang baik sehingga suaminya puas," ucapnya.***
Bagikan: