Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Banjir Asia Selatan Tewaskan Ratusan Orang

Huminca Sinaga
COLOMBO, (PR).- Cuaca ekstrim yang melanda sejumlah negara Asia Selatan, seperti Sri Lanka dan Banglades, telah menyebabkan ratusan tewas dan hampir sejuta warga setempat mengungsi, termasuk 500 ribu orang di Bangladesh dan 340 ribu lainnya di Sri Lanka.

Seperti dilaporkan AFP, Minggu, 22 Mei 2016, tanah longsor dan banjir yang menerjang negara di Asia Selatan tersebut telah menyebakan 82 orang tewas 118 lainnya hilang. Otoritas Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sri Lanka (TDMC) mengatakan bahwa jumlah korban ini masih bisa bertambah karena ratusan yang hilang itu kemungkinan meninggal akibat longsor dan banjir, tetapi tubuh mereka belum diketemukan.

Upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. Pada Minggu pagi, militer Sri Lanka berhasil menemukan 13 jenazah di Distrik Kegalle. Kemudian di distrik lainnya, di Aranayake, tentara Sri Lanka berhasil menemukan 43 jenazah yangterperangkap dalam lumpur dan puing-puing bangunan. "Cuaca pagi hari yang mendung tak membuat kami menghentikan pencarian. Memang bukan pekerjaan yang mudah," ujar Major General Sudantha Ranasinghe. Sementara di ibukota Sri Lanka, Kolombo, banjir mulai surut. Begitu juga di kawasan Kelaniya and Kaduwela, banjir juga telah surut.

Jubir Badan Penanggulangan Bencana Sri Lanka Pradeep Kodippili mengatakan bahwa bencana banjir yang terjadi di negaranya merupakan yang terparah dalam 25 tahun terakhir. "Jumlah korban tewas bis ajadi bertambah karena banyak warga yang masih terperangkap dalam lumpur tebal," ujar Pradeep. Dari 25 distrik di Sri Lanka, lanjut Pradeep, sebanyak 21 distrik mengalami bencana banjir dan longsor parah.

Sementara itu, di Bangladesh, banyak warga harus mengungsi karena negara tersebut dihantam badai siklon roanu. Dilansir BBC, setengah juta warga yang tinggal di kawasan pesisir Banglades terpaksa mengungsi setelah rumah mereka diamuk sikon roanu. Badai tersebut bukan hanya menyebabkan warga kehilangan rumah, melainkan juga menewaskan 24 orang, termasuk seorang ibu dan anak perempuan yang tewas dalam longsor di distrik Chittagong di selatan, yang menjadi pusat badai.***
Bagikan: