Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Ekuador Pernah Dilanda Tsunami, 1.000 Jiwa Tewas

Huminca Sinaga
WARGA berdiri di sekitar puing bangunan yang hancur setelah gempa bumi besar di Manta, Ekuador, Sabtu 16 April 2016 malam waktu setempat.*
WARGA berdiri di sekitar puing bangunan yang hancur setelah gempa bumi besar di Manta, Ekuador, Sabtu 16 April 2016 malam waktu setempat.*
QUITO, (PR).- Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas lewat akun Twitternya, yang dikutip AFP, Senin 18 April 2016, mengatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan gempa kali ini sangat parah. Belasan jembatan dan jalan utama di negeri Andean terseeut rusak parah, bahkan hampir rata dengan tanah.

Namun, Glass meminta warga untuk tabah dan bersabar. "Kami tak akan meninggalkan Anda sendirian. Kita semua bersama-sama akan keluar dari situasi darurat ini dengan kuat," ujarnya.

Seperti diketahui, gempa 7,8 skala richter menghatam Ekuador pada Minggu 17 April 2016 yang merupakan gempa terbuurk sejak 1979. Badan Geologi AS mengatakan pusat gempa cukup dangkal di kedalaman 19,2 kilometer dan berlokasi sekitar 27 kilometer dari kota Muisne, kawasan yang relatif sedikit penduduknya.

Ekuador sendiri memiliki sejarah sejumlah gempa besar, bahkan salah satunya sempat memicu tsunami pada Maret 1987 yang menewaskan 1.000 orang.

Untuk gempa terbaru, jumlah korban tewas masih akan terus bertambah. Palang Merah Spanyol yang dikutip AFP, menyebutkan jumlah korban jiwa kini menjadi 272 orang dan 10.000 lainnya butuh bantuan kemanusiaan. Jumlah korban meninggal tersebut masih akan bertambah karena proses evakuasi masih terus dilakukan. Kondisi darurat pun masih terus diberlakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pemerintah Ekuador juga telah mendirikan sejumlah tempat pengungsian untuk menampung puluhan ribu korban gempa terparah dalam empat dekade terakhir di negeri Andean tersebut. Maskapai nasional Ekuador Tame dilaporkan telah berkoordinasi dengan Palang Merah Ekuador dan juga polisi setempat untuk mengangkut bantuan kemanusiaan.***
Bagikan: