Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 27.2 ° C

Perkampungan Nelayan Jadi Daerah Terparah Akibat Gempa

Huminca Sinaga
​PEDERNALES, (PR).- Sehari setelah Jepang dilanda gempa susulan Pulau Kyushu yang menewaskan 32 orang, gempa besar berkekuatan 7,8 skala Richter menghantam Ekuador, Minggu 17 April 2016 yang menewaskan 77 orang. Seperti dilaporkan Reuters, jumlah korban ini masih bisa bertambah.

Gempa yang mengguncang negara Amerika Latin tersebut merupakan yang terparah sejak 1979. Ini terlihat dari efek destruktif yang ditumbulkan gempa tersebut yang telah menyebabkan banyak bangunan dan jalan layang di negara Andean tersebut rata dengan tanah. Pemerintah Equdor pun telah menetapkan status darurat, dan belum diketahui samapai kapan itu akan berlaku. Presiden Rafael Correa mengumumkan keadaan darurat saat masih berada di Roma untuk kunjungan kenegaraan. Dia langung mempersingkat kunjungannya dan kembali ke Equador. Presiden Rafael meminta warga untuk tetap tenang menghadapi bencana karena kepanikan hanya membuat masalah semakin buruk.​

Tim penolong sampai kini dibuat masih sibuk mencari korban yang terkubur dan juga mengevakuasi korban yang terluka. Sedikitnya 588 orang luka parah akibat terkena reruntuhan bangunan saat gempa menyergap Equador Minggu siang WIB. Otoritas Ekuador mengatakan bahwa daerah yang terparah terkena gempa adalah kawasan perkampungan nelayan, sekitar 170 kilometer barat daya Quito yang merupakan ibu kota negara Andean tersebut.

Kawasan itu dihuni banyak nelayan setempat dan juga didatangi para turis karena punya sejumlah pantai yang indah. Posisi geografis Equador yang terletak di sisi Samudra Pasifik membuat kota itu memiliki banyak kampung nelayan. Badan Geologi AS mengatakan pusat gempa berada di kedalaman 19,2 kilometer, sekitar 27 kilometer dari Muisne yang jarang penduduknya.***
Bagikan: