Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Korsel dan AS Mulai Latihan Militer Bersama

Gita Pratiwi A
KEMENTERIAN Pertahanan Korea Selatan bersama Angkatan Bersenjata Korsel dan Amerika Serikat membahas potensi penyebaran sistem pertahanan dari serangan rudal balistik.*
KEMENTERIAN Pertahanan Korea Selatan bersama Angkatan Bersenjata Korsel dan Amerika Serikat membahas potensi penyebaran sistem pertahanan dari serangan rudal balistik.*
SEOUL, (PRLM).- Militer Korea Selatan dan Amerika Serikat mulai latihan akbar bersama, Senin, 7 Maret 2016. Latihan diikuti sekitar 17.000 tentara AS dan lebih dari 300.000 warga Korea Selatan.

Fokus latihan tersebut menguji pertahanan terhadap Korea Utara yang membunyikan gendering perang nuklir. Korsel pun berjanji akan merespons dengan upaya maksimal.

Otoritas Korsel mengklaim ini akan jadi latihan terbesar, pascajatuhnya sanksi resolusi dari Dewan Keamanan PBB kepada Korut, terkait uji coba rudal jarak jauh pada Januari lalu. Kim Jong Un, pemimpin Korut malah menyatakan bahwa rudal nuklir milik negaranya akan siap ledak, akan diluncurkan kapanpun ia mendeteksi ancaman musuh.

Sejauh ini, Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan telah melihat ada tanda-tanda aktivitas militer tak biasa dari Korut. Komisi Pertahanan Nasional Korut misalnya, yang telah menyatakan, bahwa pihaknya akan mewujudkan keinginan terbesar dari bangsa Korea melalui perang demi reunifikasi.

“Tentara dan rakyat DPRK akan meluncurkan habis-habisan dan secara ofensif untuk tegas melawan AS dan pengikutnya,” kata Komisi Korut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Korut, KCNA.

Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) secara rutin mengeluarkan ancaman aksi militer dalam menanggapi latihan tahunan yang dilihatnya sebagai persiapan untuk perang melawan Korut.

Resolusi DK PBB yakni memberlakukan persyaratan baru, di mana semua negara harus memeriksa kargo yang datang dan berangkat ke Korut, di semua bandara dan pelabuhan laut. Resolusi juga melarang atau membatasi ekspor batubara, besi, bijih besi dan mineral lainnya dari Korut, termasuk melarang pasokan avtur termasuk bahan bakar roket.(Gita Pratiwi/A-147)***
Bagikan: