Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Austria Gelar Pertemuan Bahas Krisis Pengungsi di Eropa

Anwar Effendi
WINA, (PRLM).- Austria menggelar pertemuan dengan negara-negara Balkan yang memiliki perbatasan dengannya untuk membahas krisis pengungsi yang melanda Eropa.

Namun Yunani -yang menjadi tujuan pertama para pendatang- menyampaikan protes resmi karena tidak diundang untuk ikut.

Pembatasan jumlah pendatang yang boleh melintas perbatasan Austria pekan lalu mendorong pengetatan perbatasan oleh negara-negara Balkan, yang menjadi salah satu rute untuk menuju Eropa.

Pernyataan awal Kementerian Dalam Negeri Austria mengatakan dalam satu hari hanya 80 pencari suaka yang bisa diterima masuk lewat perbatasan sebelah selatan.

Uni Eropa sudah memperingatkan Austria bahwa pembatasan jumlah pengungsi sebagai tindakan melanggar hukum.

Namun pemerintah Wina kini mengatakan pembatasan hanya berlaku untuk satu pintu perbatasan, di Spielfeld, sedangkan di tempat lain tidak diberlakukan kuota.

PBB berpendapat penutupan perbatasan untuk para migran akan menimbulkan kekacauan dan kebingungan.

Selama sekitar dua bulan dalam tahun ini saja tercatat sekitar 110.000 pendatang -sebagian besar dari Suriah, Irak, dan Afghanistan- yang tiba di Yunani serta Italia, dan diperkirakan arus pendatang akan meningkat jika musim dingin sudah berlalu.

Sedangkan tahun 2015 lalu, lebih dari satu juga pengungsi mencapai kawasan Eropa, dengan menggunakan jalur darat maupun laut.(bbc/A-147)***
Bagikan: