Camilan Ramadan, Coba Sistik Duri Ikan

- 28 Mei 2017, 13:15 WIB
SISTIK duri dan tulang ikan patin produksi Poklasar bening Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis. Selama ini duri dan tulang ikan dianggap sebagai limbah dan tidak memiliki nilai ekonomi.*

CIAMIS,(PR).- Tidak hanya dagingnya yang gurih dan lembut , ternyata duri ikan patin yang selama ini lebih banyak dianggap sebagai limbah, dapat diolah menjadi camilan enak. Dengan pengolahan sederhana, bayangan tajamnya duri dari ikan berkumis tersebut menjadi tidak ada lagi. Kini, camilan berbahan duri ikan tersebut menjadi pilihan baru wisata kuliner di Kabupaten Ciamis, termasuk di saat Ramadan

Ditangan terampil Yuli Yivala yang tergabung dalam Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklaksar)  Bening, Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, duri ikan patin diolah menjadi makanan ringan berupa sistik (cheese stick). Produk olahan tersebut memang relatif masih baru. Namun dapat disejajarkan dengan sistik lainnya seperti sistik ikan, sistik bayam, singkong, ubi dan lainnya. 

Yuli mengungkapkan, gagasan membuat camilan sistik duri ikan patin itu, bermula dari banyak duri kan patin yang dibuang sia-sia. Hal tersebut disebabkan duri dan tulang ikan lebih dianggap sebagai limbah yang tidak ada manfaatnya.

Selama ini bahan baku yang digunakan untuk produk olahan ikan hanya sebatas daging maupun kulit, sedangkan bagian duri dan tulang dibuang. Padahal, lanjut Yuli, tulang dan duri ikan juga banyak manfaatnya, karena banyak mengandung kalsium.

"Idenya bermula dari  mengikuti beberapa kali pelatihan dan bimbinan teknis membuat produk olahan dari ikan. Seperti nuget, kerupuk, sistik dan lainnya. Setelah beberapa kali diskusi, akhirnya dipilih sistik duri ikan patin," ungkapnya.

Kali pertama membuat sistik duri dan tulang ikan, lanjutnya, camilan yang dibuat hasilnya tidak memuaskan. Setelah beberapa kali melakukan perubahan komposisi, akhirnya  menemukan resep yang dirasakan pas.

Ikan patin diolah sederhana

Untuk membuat sistik duri ini, kata Yuli, prosesnya relatif sama dengan yang lain meski terdapat beberapa perbedaan. Dia mengatakan, untuk membuat sistik cukup sederhana, tidak ribet.  Yang dibutuhkan adalah bahan baku utama yakni duri dan tulang ikan patin. Kemudian tepung terigu, tepung sagu, rempah-rempah,  dan minyak goreng untuk menggoreng.

Untuk melunakkan duri dan tulang ikan patin dimasak dengan panci tekan atau presto. Selanjutnya diblender hingga hancur. Seluruh bahan baku dicampur rata, setelah adonan diuleni hingga kalis, selanjutnya dibentuk dengan cetakan khusus, membentuk stik.

"Kami menggunakan 60 persen duri ikan patin. Untuk menambah citarasa menjadi semakin enak, kami juga menambah campuran irisan daun seledri. Aroma dun seledri mampu membangkitkan selera," jelas Yuli.

Halaman:

Editor: Nurhandoko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Mantra Sukabumi

pp

24 November 2020, 17:02 WIB
X