Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 30.7 ° C

Sup Merah Pembakar Lidah

Dikdo Maruto
SUP Merah, berisi telur rebus, ayam, wortel, dan kuah merah yang hangat.*
SUP Merah, berisi telur rebus, ayam, wortel, dan kuah merah yang hangat.*
PRLM - Kata siapa makanan di Jogjakarta semuanya manis? Jangan salah. Tepat di pertigaan Jalan Kolonel Sugiono dan Sisingamangaraja terdapat warung makan yang selalu ramai setiap malamnya. Warung ini menyediakan sop dengan cita rasa pedas, gurih, dan asam. Perpaduan tersebut bersatu dalam mangkuk berisi telur rebus, ayam, wortel, dan kuah merah yang hangat.

Kuah merah merupakan campuran dari cabai merah, kemiri, bawang putih, dan kaldu ayam. Tidak salah jika dinamakan Sop Merah dan rasanya terasa pedas di lidah. Segarnya kuah merah membuat siapapun ketagihan untuk menyuap lagi.. lagi.. dan lagi sampai habis. “Merah itu karena pedas. Kalau tidak pedas warnanya bening,” tutur Bu Asih, sang pemilik.

Di warung ini, bisa memilih sop merah original atau non-original. Bedanya hanya pada daging ayamnya saja. Sop merah original menggunakan suwiran ayam. Sementara yang non-original, suwiran ayam bisa diganti dengan ati ampela, tulang, ceker, dada ayam, paha ayam, atau sayap ayam. Ayam yang digunakan sudah direbus terlebih dahulu dengan racikan bumbu. Dengan begitu, ayam menjadi lebih empuk saat dimakan.

“Paling disuka pelanggan itu tulang. Tapi di sini hanya menyediakan untuk 25 porsi saja. Ya itu karena bahan bakunya memang sedikit,” tambahnya.

Berbeda dengan penjual sop lainnya yang hanya menuangkan kuah panas ke mangkuk berisikan daging ataupun sayuran dan bumbu. Di sini, Bu Asih dan karyawannya memasak sop merahnya satu persatu. Jadi pengunjung bisa menentukan sendiri tingkat kepedasan yang diinginkan.

Harga yang ditawarkan warung yang buka jam 5 sore sampai 10 malam ini cukup murah. Dengan Rp 11.000, pengunjung sudah mendapat sop merah original lengkap dengan nasi dan minumnya. Untuk tambahannya seperti paha dan dada ayam dihargai Rp 5.000, tulang dan ati dihargai Rp 3.000, dan ceker Rp 1.000.

“Harganya sesuai sama kantong anak kuliah dan porsinya banyak. Ditambah rasanya yang pedas, jadi enak sekali,” tutur Riesa, salah satu pelanggan Sop Merah Bu Asih

Bagi Anda penggila pedas, wajib mencoba pedas segarnya sop merah Bu Asih. Namun untuk makan di warung ini harus memiliki kesabaran ekstra. Selain dimasak satu per satu dan ramai oleh pelanggan, warung yang ini hanya satu-satunya yang warung yang mejual sop merah.

Setelah 23 tahun berdiri, kehadiran sop merah Bu Asih seakan menghapus anggapan masyarakat umum jika kuliner Jogja hanya yang manis saja. (Yohana Tika-magang/A-88)***
Bagikan: