Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Kuliner Rumahan untuk Menu Makan Siang

Eva Nuroniatul Fahas
Makan siang di mana?
Makan siang di mana?

MENU rumahan selalu dirindukan, apalagi untuk menu makan siang. Meski kini banyak ragam kuliner sebagai pilihan, namun kehangatan masakan rumahan tak akan pernah ditinggalkan meski kita sedang tak di rumah sekalipun.

Di restoran Pavilliun Sunda, beragam menu tradisi Sunda buhun (kuno) bisa ditemui kembali. Orang Sunda dikenal gemar menyantap sayuran segar (lalapan) berteman sambal yang menambah selera makan semakin bergairah. Aneka sambal pun hadir di tempat yang berlokasi di Jalan LLRE Martadinata No. 97 Bandung ini, seperti sambal tomat, sambal terasi, atau sambal hijau, lengkap dengan lalapannya. 

Jika ingin pilihan lain, tumisan pun dipilih sebagai teman nasi hangat nan pulen. Di tempat ini, beberapa menu klasik yang sudah jarang terlihat tersedia seperti oseng (tumis) bunga pepaya, ulukutek leunca, dan paria teri, hingga tutut rebus.

Marketing Pavilliun Sunda Karina Yulianti mengatakan, menu-menu klasik ala Sunda dihadirkan di tempatnya untuk mengajak para tamu mengenang masakan rumahan yang biasa hadir di setiap dapur masyarakat Sunda pada zamannya. Tak heran, banyak tamu yang berasal dari golongan usia menengah ke atas yang membawa serta keluarganya.

Menu andalan mereka salah satunya adalah cimplung atau perkedelnya orang Sunda. Menurut Karina, cimplung tak jauh berbeda dengan perkedel kentang namun ditambah tepung tapioka sehingga teksturnya menjadi lebih padat. Camilan yang bisa menjadi pelengkap makan besar ini sudah cukup sulit ditemukan di rumahan masyarakat Sunda masa kini.

 

 

Nuansa Jawa di Warung Suluh

 

Jika bosan dengan kuliner khas Sunda, mengapa tak mencoba kuliner khas Jawa? Di Kota Bandung, ada Warung Suluh yang terletak di Jalan dr. Cipto No. 8. Restoran ini mengusung kuliner khas Jawa Tengahan dengan rasa yang cenderung manis dan gurih. 

Menurut salah seorang pemilik Warung Suluh, Jane Kurniawan, mengangkat menu khas Jawa Tengahan dapat menjadi alternatif saat menikmati makan siang di Kota Bandung. Agar lebih terasa suasana tradisional Jawa, restoran ini pun didandani bak sebuah warung tradisional ala Jawa Tengah tempo dulu.

Bicara menu, Jane mengatakan salah satu favorit tamu adalah nasi pecel ayam. Menu yang disajikan diatas piring dari gerabah memuat seporsi nasi, telur yang diceplok, seperempat kilogram ayam goreng, tahu bacem, selada timun dan sambal terasi, serta pecel sayur dengan bumbu kacang. "Ditambah rempeyek kacang, rata-rata tamu terutama kaum perempuan biasanya mengaku kekenyangan dengan porsi ini. Saya rasa sudah agak sulit menemukan menu ini di tempat populer lainnya di Kota Bandung," katanya.

Menu nasi lainnya yang juga jadi andalan restoran yang sudah buka sejak 2010 ini adalah nasi pendem dan nasi kerawu. Dari namanya saja sudah terbayang jika nasi pendem adalah seporsi nasi yang terlihat menggunung karena ia memendam sesuatu di dalamnya. Isiannya antara lain ayam goreng dan pelengkap lainnya.

Sedangkan menu nasi kerawu dinamakan demikian karena orang menyantapnya dengan tangan (di-rawu). Satu porsinya terdiri dari nasi, telur rebus bacem, tahu bacem, serundeng, serta gepuk daging, dilengkapi lalapan dan sambal. Tambahan lainnya adalah semangkuk sayur lodeh jawa serta kerupuk gendar yang terbuat dari beras. Yang membedakan sayur lodeh ala Sunda dan Jawa adalah dari isiannya dimana sayur lodeh ala jawa memakai terong, kacang panjang, serta tahu, dan cita rasa yang lebih gurih dengan pemakaian santan yang lebih kental.

Jadi, Anda mau makan siang di mana?***

Bagikan: