Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Berawan, 22.1 ° C

Karim Suryadi

Thumbnail Pilkades Rasa Pilpres

Pilkades Rasa Pilpres

Senin, 10 Des 2018 - 17:10

BAGI sebagian warga desa di Kabupaten Subang, pemilihan kepala desa (pilkades) jauh lebih terasa...

Thumbnail Nalar Politik 212

Nalar Politik 212

Senin, 3 Des 2018 - 17:40

Bukan aroma politik yang menghipnotis umat hingga berbondong-bondong datang ke Jakarta. Bukan pula daya pikat seseorang, atau daya persuasi sekelompok orang. Keprihatinan yang tak terucapkan, yang mengendap di dasar sanubari, mengetuk pintu nalar mereka. Keprihatinan atas Islam yang kerap tertuduh, atau muslim yang terlabel penjulukan radikal, anti NKRI, atau bahkan rasis, menyatukan mereka. Jika hati sudah terpanggil, tidak ada kekuatan yang bisa menghadang. Benar kata seorang arif, kemauan itu membuka jalan, sedang kemalasan hanya menciptakan alasan.

Thumbnail Warna Politik

Warna Politik

Selasa, 27 Nov 2018 - 01:07

Pemilu serentak mengaburkan fokus parpol karena kampanye all out untuk capres belum tentu membuahkan dukungan untuk parpol pengusung. Kalimat ini senada dengan arahan salah saeorang pimpinan parpol kepada kader dan calegnya.

Thumbnail Warna Politik

Warna Politik

Senin, 26 Nov 2018 - 17:09

PADA 2002, Steve Sample, Presiden Southern University California, menulis The Contration’s Guide to Leadership. Meski ditujukan bagi pemimpin, kandungan buku tersebut amat berguna bagi pengikut. Pada bagian awal bab, Steve menulis tentang kekuatan “berpikir abu-abu dan bebas”. Apa yang ditulis Steve terasa aktual dalam menyikapi perubahan dalam pemilu serentak 2019 mendatang. Silang pendapat dan akrobat yang diperagakan para politisi menimbulkan kekacauan berpikir, hingga perbedaan antara mengkritik dan menjelek-jelekan pun menjadi sumir.

Thumbnail Menyangkal, Tapi Tak Menghujat

Menyangkal, Tapi Tak Menghujat

Senin, 19 Nov 2018 - 17:20

Banyak caleg menempuh jalan sunyi. Menelusuri kampung, membelah desa. Menggelar pertemuan-pertemuan kecil, nyaris seperti pasukan infantri yang tengah mengintai dan mengunci sasarannya. Operasi senyap sepertinya menjadi pilihan banyak caleg. Namun dari balik kesunyian kampanye kadang meledak ungkapan menyentak. Meski tidak substantif, tapi kerap membuat lawan terkesiap, darah bergolak, atau kejengkelan meledak jadi umpatan. Perang kata memang “gerakan dasar” berpolitik. Dalam sistem politik mana pun, binar politisi kerap terpoles atau tercoreng oleh pilihan katanya. Sebagai lambang dari pikiran yang hidup, pilihan kata tidak bebas nilai. Kata-kata adalah lukisan jiwa, begitu kata pepatah Arab.

Thumbnail Ancaman Lembut

Ancaman Lembut

Selasa, 13 Nov 2018 - 02:05

Mewaspadai ancaman berwajah lembut dan membangun ketahanan informasional merupakan dua langkah strategis dalam menghadapi era kesejagatan saat ini. Sebagai konsekuensinya, deformalisasi pendidikan kebangsaan harus dilakukan, sehingga usaha memupuk komitmen berbangsa tidak hanya dilakukan lewat cara-cara formal seperti latihan militer, seminar kebangsaan, atau kursus bela negara. Faktor-faktor yang memperkokoh dan memperlemah persatuan bangsa bertransformasi sesuai dengan perkembangan masyarakat. Ancaman paling potensial yang dihadapi Indonesia (dan juga negara lain) tidak dalam bentuk invasi militer,  melainkan kekuatan berwajah lembut (soft power), yakni serangan terhadap pikiran warga sebagai instrumen yang merusak relasi kekuasaan dalam sebuah negara

Thumbnail Bela Bahasa

Bela Bahasa

Senin, 5 Nov 2018 - 17:40

Dalam beragam penjelasan dan dialog menyangkut jatuhnya Lion Air JT 610 pada 29 Oktober silam misalnya, berondongan istilah asing menyerbu ruang publik. Banyak perangkat, bagian badan pesawat, atau penjelasan teknis menyangkut dunia penerbangan  (terpaksa) disebut dalam bahasa aslinya. Saking bingungnya, seorang teman sempat berseloroh, “Pantes sulit ditemukan, benda yang dicari blackbox, yang ditemukan kota berwarna oranye”. Pemerosotan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia merupakan ancaman serius yang kerap ditanggapi santai. Padahal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan hanya bermakna merawat kekayaan kolektif yang dibangun susah payah, tetapi juga menegaskan visi dan jati diri kebangsaan kini dan esok.

Thumbnail Politikus Sontoloyo

Politikus Sontoloyo

Senin, 29 Okt 2018 - 17:01

UNGKAPAN politisi sontoloyo meluncur dari mulut murah senyum, Presiden Joko Widodo. Tidak jelas siapa yang dimaksud, namun jika dilihat dari konteks saat kata itu diucapkan, ungkapan tersebut merupakan refleksi kegeraman sang Presiden melihat berbagai manuver yang digalang politisi di tanah air akhir-akhir ini. Untuk melacak makna sosiolinguistiknya, saya coba tanyakan kepada kolega di Universitas Sebelas Maret (UNS), yang saya duga mewakili penutur asli kata tersebut. Ada yang mengatakan sontoloyo sama dengan kurang ajar dan sejenisnya. Yang lainnya menjelaskan, sontoloyo mirip dengan kata bajingan (yang berasal dari kata bajing atau tupai), yang di daerah pantura dimaksudkan untuk menyebut sopir andong. Sementara yang lainnya, menyebut makna sontoloyo sebagai tidak bertanggung jawab, tidak baik, atau ora genah.

Thumbnail Hari Santri

Hari Santri

Senin, 22 Okt 2018 - 17:20

Santri sedang naik daun. Santri tidak lagi dihubungkan dengan “kampung” dan “gatel-gatel”. Kompetensinya pun tak melulu berusuan dengan alumni jurusan “kastrologi” (kecakapan yang berhubungan dengan menanak nasi menggunakan kastrol, alias “ngaliwet”).

Thumbnail Bola Mati

Bola Mati

Senin, 15 Okt 2018 - 17:33

Mengumbar kesalahan orang tak ubahnya menceritakan bagaimana baunya toilet dari sebuah gedung yang megah. Padahal di sisi lain gedung ada taman yang asri, ruang tamu yang teduh dan bagian lain gedung yang menarik untuk diceritakan. Dimana pun toilet itu bau, maka tak sepantasnya diumbar. Maka berhentilah berkampanye dengan mencari-cari dan memanfaatkan kesalahan lawan. Mulailah bercerita tentang peta jalan yang akan ditempuh perahu bangsa lima, sepuluh atau puluhan tahun ke depan. Beri calon pemilih alasan yang masuk akal dan meyakinkan  mengapa Joko Widodo harus dipilih kembali, atau Prabowo Subianto yang harus diberi kesempatan.

TERPOPULER

EPAPER PIKIRAN RAKYAT