Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 27.9 ° C

Kolom

Thumbnail Konvoi

Konvoi

Oleh Eko Noer Kristiyanto  Minggu, 16 Des 2018 - 07:41

Bicara Persib dan pendukungnya, maka ada ritual yang sangat khas, yaitu konvoi. Walau terkesan natural, sesungguhnya ada konsep dan perencanaan matang terkait konvoi yang dilakukan Persib.

Thumbnail Terowongan Curug Jompong Mengancam Danau Saguling!

Terowongan Curug Jompong Mengancam Danau Saguling!

Oleh T Bachtiar  Sabtu, 15 Des 2018 - 00:02

Sepertinya Negara ini sudah béak déngkak, seperti yang sudah kehabisan akal, sudah ketétér.

Thumbnail Telegram dari Bli Putu

Telegram dari Bli Putu

Oleh Hawe Setiawan  Kamis, 13 Des 2018 - 11:24

TELEGRAM sudah jadi masa silam. Itulah layanan pesan singkat yang dicetak dan dikirim lewat pos. Hari ini kita memakai sarana digital buat bertukar kabar, tak terkecuali pesan teks.

Thumbnail Mafia Bola Bukan Hanya Urusan PSSI

Mafia Bola Bukan Hanya Urusan PSSI

Oleh Eko Noer Kristiyanto  Minggu, 9 Des 2018 - 00:37

WALAU dianggap belum memberi solusi konkrit, namun apa yang diperbuat oleh program mata najwa beberapa waktu lalu telah memberi dampak yang luar biasa. Kekuatan media yang mampu membuat seorang EXCO PSSI berhenti dari jabatannya dan membuat beberapa nama lagi takkan terlalu nyaman menjalani hidup.

Thumbnail Sejak Dini

Sejak Dini

Oleh Hawe Setiawan  Rabu, 5 Des 2018 - 19:09

KUMPULAN cerita pendek Dua Dunia adalah salah satu warisan mendiang Nurhayati Suhardini alias Nh. Dini (1936-2018). Buku ini pertama kali terbit pada 1956 ketika pengarangnya baru berusia 20 tahun.  Dini menulis sejak dini. Dunia pengalaman jadi landasan bagi pemahaman, kemudian jadi sumber dunia rekaan. Yang khayal dan yang nyata bersenyawa dalam cerita.

Thumbnail Nalar Politik 212

Nalar Politik 212

Oleh Karim Suryadi  Senin, 3 Des 2018 - 17:40

Bukan aroma politik yang menghipnotis umat hingga berbondong-bondong datang ke Jakarta. Bukan pula daya pikat seseorang, atau daya persuasi sekelompok orang. Keprihatinan yang tak terucapkan, yang mengendap di dasar sanubari, mengetuk pintu nalar mereka. Keprihatinan atas Islam yang kerap tertuduh, atau muslim yang terlabel penjulukan radikal, anti NKRI, atau bahkan rasis, menyatukan mereka. Jika hati sudah terpanggil, tidak ada kekuatan yang bisa menghadang. Benar kata seorang arif, kemauan itu membuka jalan, sedang kemalasan hanya menciptakan alasan.

Thumbnail Warna Politik

Warna Politik

Oleh Karim Suryadi  Senin, 26 Nov 2018 - 17:09

PADA 2002, Steve Sample, Presiden Southern University California, menulis The Contration’s Guide to Leadership. Meski ditujukan bagi pemimpin, kandungan buku tersebut amat berguna bagi pengikut. Pada bagian awal bab, Steve menulis tentang kekuatan “berpikir abu-abu dan bebas”. Apa yang ditulis Steve terasa aktual dalam menyikapi perubahan dalam pemilu serentak 2019 mendatang. Silang pendapat dan akrobat yang diperagakan para politisi menimbulkan kekacauan berpikir, hingga perbedaan antara mengkritik dan menjelek-jelekan pun menjadi sumir.

Thumbnail Kenangan Maryati

Kenangan Maryati

Oleh Hawe Setiawan  Rabu, 21 Nov 2018 - 17:01

MEMBACA novel Maryati karangan mendiang Suwarsih Djojopuspito (1912-1977) seperti membuka album. Peralihan halaman menyajikan gambar pengalaman. Cerita seakan bergerak di atas jalan yang lempang dan rata, tanpa kelokan dan tanjakan drama yang mengubah nasib tokoh-tokohnya. Novel ini bercerita seputar kegiatan para aktivis organisasi Jong Java Cabang Bogor, khususnya kalangan perempuannya, yang dalam istilah zaman itu disebut meisjeskring. Di lingkaran alias kring itu ada satu sosok pribadi, yang namanya jadi judul novel ini dan figurnya barangkali jadi alter ego sang pencerita sendiri. Dialah Maryati.

Thumbnail Keli Mutu, Danau Kawah Tiga Warna

Keli Mutu, Danau Kawah Tiga Warna

Oleh T Bachtiar  Jumat, 16 Nov 2018 - 17:01

DARI ketinggian tubir kawah Keli Mutu (1.640 m dpl), kehadiran matahari menerangi alam raya disambut dengan penuh gairah. Keli Mutu itu gunungapi aktif dengan danau kawah tiga warna yang sangat khas dan langka. Keajaiban itu hanya ada di Indonesia, di Flores, di Kabupaten Ende. Ketiga kawah itu adalah: Tiwu Ata bupu, Tiwu Koofai Muwamuri Jemu, dan Tiwu Ata Polo, tempat roh jahat atau yang tidak baik.

Thumbnail Kiai, Santri, Siluman

Kiai, Santri, Siluman

Oleh Hawe Setiawan  Rabu, 31 Okt 2018 - 17:01

JAGAT naratif dalam cerita rekaan karya almarhum Ki Umbara (Wiredja Ranusulaksana) meliputi dua bagian. Ada jagat tempat tokoh cerita dari golongan manusia. Ada pula jagat tempat tokoh cerita dari golongan siluman. Cerita timbul dari interaksi di antara kedua jagat tersebut. Sebagai rujukan, kita baca lagi, misalnya, kumpulan cerita pendek Diwadalkeun ka Siluman. Buku yang memuat empat cerpen ini pertama kali diterbitkan oleh penerbit Kiwari di Bandung pada 1965. Kata “diwadalkeun” berarti “dijadikan tumbal”. Judul buku diambil dari judul salah satu cerpen. Tokoh-tokoh utama cerita Ki Umbara, dari golongan manusia, adalah orang-orang yang melintasi tapal batas di antara kedua jagat tadi. Tapal batas itu bisa terbentang antara hidup dan mati, tidur dan mimpi, nyata dan gaib, sadar dan ilusi.

Thumbnail Politikus Sontoloyo

Politikus Sontoloyo

Oleh Karim Suryadi  Senin, 29 Okt 2018 - 17:01

UNGKAPAN politisi sontoloyo meluncur dari mulut murah senyum, Presiden Joko Widodo. Tidak jelas siapa yang dimaksud, namun jika dilihat dari konteks saat kata itu diucapkan, ungkapan tersebut merupakan refleksi kegeraman sang Presiden melihat berbagai manuver yang digalang politisi di tanah air akhir-akhir ini. Untuk melacak makna sosiolinguistiknya, saya coba tanyakan kepada kolega di Universitas Sebelas Maret (UNS), yang saya duga mewakili penutur asli kata tersebut. Ada yang mengatakan sontoloyo sama dengan kurang ajar dan sejenisnya. Yang lainnya menjelaskan, sontoloyo mirip dengan kata bajingan (yang berasal dari kata bajing atau tupai), yang di daerah pantura dimaksudkan untuk menyebut sopir andong. Sementara yang lainnya, menyebut makna sontoloyo sebagai tidak bertanggung jawab, tidak baik, atau ora genah.

Thumbnail Tiga Leuwi di Aliran Ci Leungsi

Tiga Leuwi di Aliran Ci Leungsi

Oleh T Bachtiar  Jumat, 26 Okt 2018 - 17:01

Bujangga Manik itu seorang kelana, bangsawan, agamawan, dan penulis yang cermat mencatat nama-nama geografi sepanjang rute ziarahnya di sepanjang Pulau Jawa dan Bali pada tahun 1500-an awal. Dalam catatannya Bujangga Manik menulis bahwa ia menyebrang Ci Leungsi. Nama sungai itu sudah ada jauh sebelum tahun 1.500-an awal, pada saat Bujangga Manik mencatatnya. Tentu, bahasa yang dipakai oleh masyarakat Sunda di kawasan Cileungsi saat itu berbeda dengan bahasa yang dipakai pada umumnya masyarakat Sunda di kawasan Cileungsi saat ini. Jadi, kalau ada yang menfsirkan asal-usul nama Cileungsi itu dari culang-cileung sisi cai.

TERPOPULER

EPAPER PIKIRAN RAKYAT