Pertaruhan Nyawa Bulu Tangkis

- 4 November 2020, 12:08 WIB
Ilustrasi badminthon atau bulu tangkis. /Pixabya/Vladvictoria

PIKIRAN RAKYAT - Bicara korelasi politik dan olah raga maka ada satu variabel yang sangat penting yaitu popularitas, olah raga yang mengikat komunitas tertentu dapat memberi tokoh-tokohnya popularitas yang akan sangat mendukung langkah sang tokoh ketika akan melangkah ke dunia politik.

Hal itu pula yang cukup logis menjelaskan mengapa sepak bola begitu diminati oleh para pemain kekuasaan, karena siapa yang memegang sepak bola makan akan dikenal oleh khalayak, suatu modal penting dalam politik.

Jika sepak bola dianggap terlalu biasa untuk diingini banyak orang, sorotan bisa kita alihkan ke cabang olah raga selain sepak bola yang rupanya memerlukan juga figur-figur dan akses kekuasaan untuk bisa tetap eksis dan diperhitungkan, salah satu yang paling seksi di Indonesia adalah badminton alias bulu tangkis, olah raga yang menginduk kepada PBSI selaku federasi ini dianggap paling sukses dalam hal mengangkat martabat bangsa di dunia internasional, drama-drama dan manuver mewarnai pemilihan ketua umum PBSI yang akan dilaksanakan pekan ini.

Baca Juga: Bocoran Harga 2 Mobil Listrik yang Bakal Dirilis Hyundai di Indonesia

Bahaya Pejabat Publik

Bursa calon ketua umum PBSI sempat diramaikan nama-nama populer yang pernah bersentuhan dengan dunia olah raga atau setidaknya memiliki kedekatan dan pengakuan kepedulian dari pelaku olah raga bulu tangkis, mendekati waktu pemilihan hanya ada 3 nama yang bertahan, arah persaingan berubah terjadi ketika Moeldoko sebagai kandidat kuat ternyata mundur dari bursa pemilihan calon ketua umum PBSI, dua calon tersisa ternyata bukan puncak drama menuju PBSI 1, Ari Wibowo gagal menjadi kompetitor Agung Firman Sampurna ketika 4 (empat) pengprov yang awalnya mengusung Ari Wibowo mendadak mencabut dukungan sehingga syarat didukung oleh minimal 10 pemilik suara menjadi tidak terpenuhi.

Alhasil Agung Firman Sampurna akan melaju mulus sebagai calon tunggal dan akan pasti menggantikan Wiranto sebagai ketua umum PBSI.

Majunya Agung Firman Sampurna yang kini menjabat sebagai ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) tentu bukan tanpa suara minor, dirinya dianggap tak memiliki rekam jejak dengan bulu tangkis, selain itu statusnya sebagai putra dari politisi senior Golkar membuat dirinya dicurigai akan memanfaatkan PBSI sebagai sarana memperkuat variabel popularitas sebagai bekal langkah politiknya kelak.

Baca Juga: Akhirnya Bertemu Usai Putus, Lutfi Agizal Ungkap Curahan Hatinya pada Putri Iis Dahlia

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Diego Maradona, Puncak Duka 2020

26 November 2020, 09:19 WIB

Arema yang Mana

16 November 2020, 15:14 WIB

Menjadi Ayah

13 November 2020, 19:28 WIB

Pertaruhan Nyawa Bulu Tangkis

4 November 2020, 12:08 WIB

Pikiran Jurnalis

25 Oktober 2020, 17:43 WIB

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Seni Mengarungi Ombak

3 Oktober 2020, 07:40 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X