Wisuda Jadi Momen Sakral, Walau Ijazah dan Lembar IPK Tetap Bakal Terbit Meski Tanpanya

- 6 Oktober 2020, 08:45 WIB
Ilustrasi wisuda. /Pixabay/McElspeth

 

PIKIRAN RAKYAT - Akhir pekan lalu salah satu kampus swasta Bandung menjadi trending di lini masa media sosial yakni twitter, pemicunya adalah video orang tua mahasiswa yang marah dan kecewa dengan biaya wisuda anaknya di kampus tersebut, video tersebut viral dan rupanya diamini oleh banyak netizen yang juga menyayangkan kebijakan kampus.

Biaya wisuda yang melebihi angka 2 (dua) juta dianggap tidak masuk akal karena prosesi tersebut dilakukan secara daring sehingga tak ada konsumsi, sewa gedung dan biaya operasional lain.

Namun meskipun keberatan dan kecewa tetap saja banyak mahasiswa yang memilih untuk mengikuti momen sakral bernama wisuda, rasanya tak lengkap perjuangan bertahun-tahun jika tidak diwisuda sebagai pertanda seseorang telah menuntaskan pendidikan tingginya.

Baca Juga: Juventus vs Barcelona Liga Champions: Bukan si Nyonya Tua, Ronald Koeman Justru Antisipasi 2 Rival

Hal kurang penting yang sangat penting

Dalam kultur masyarakat yang mengagungkan simbol dan pengakuan, wisuda tentu menjadi hal yang sangat berarti dan penting, walau ijazah dan lembar IPK tetap terbit, namun rasanya tetap kurang sah kelulusan seseorang jika tak ada foto menggunakan toga sebagai tanda mengikuti wisuda.

Bagi mahasiswa yang berpikiran kritis dan praktis bisa saja tak terlalu menganggap penting acara wisuda, beberapa kawan bahkan mengaku tak mengikuti acara wisuda dengan alasan biaya tak masuk akal dan tak ingin menjadi objek komersialisasi kampus, toh wisuda bukanlah syarat untuk menjapatkan ijazah.

Namun rupanya cara berpikir seperti itu takkan bisa diterima oleh kebanyakan orang tua, bagi mereka momentum terpenting setelah bertahun-tahun membiayai anaknya kuliah adalah berkebaya, berpakaian terbaik dan berfoto bersama sang buah hati yang menggunakan toga jika perlu ditambah karangan bunga untuk digenggam saat berfoto.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Pikiran Jurnalis

25 Oktober 2020, 17:43 WIB

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Seni Mengarungi Ombak

3 Oktober 2020, 07:40 WIB

Sepak Bola Membunuh Kita

28 September 2020, 11:04 WIB

Wabah menurut Dokter Cipto

24 September 2020, 07:19 WIB

Marketing Odading

20 September 2020, 13:21 WIB

Selisik Jurnalistik

17 September 2020, 06:00 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X