Wabah menurut Dokter Cipto

- 24 September 2020, 07:19 WIB
Ilustrasi wabah, pandemi. /Pixabay/Miroslava Chrienova

PIKIRAN RAKYAT - Dokter Cipto Mangunkusumo (1886-1943) naik mimbar. Hari itu, 10 Januari 1914, di Den Haag, Belanda, sedang berlangsung rapat umum Perhimpunan Indonesia.

Di tangannya ada sebuah teks ceramah. Judulnya, “De Pest op Java en Hare Bestrijding (Sampar di Jawa dan Upaya Memeranginya)”.

Pada saat sang dokter dan aktivis pergerakan itu menyampaikan ceramahnya, di Hindia Belanda sedang berjangkit wabah pes. Wabah itu disebabkan oleh basil. Basil menyebar dengan perantara tikus.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 24 September 2020, Cancer Bersedih dan Kekasih Aquarius berubah Sikap

Tikus mati meninggalkan kutu. Kutu pindah ke manusia, membikin inang baru. Banyaklah orang terjangkit wabah ini. Dari manusia ke manusia menular pula wabah serupa, khususnya yang menyerang paru-paru.

Seperti yang dicatat oleh Cipto berdasarkan laporan beberapa dokter Belanda yang menangani epidemi, pada 1905 penyakit ini muncul di Deli pada tikus dan manusia. Pada awal 1911 penyakit tersebut muncul di Surabaya, menyebar ke Malang.

Dokter muda, aktivis pergerakan, yang sedang jauh dari tanah airnya, pasti menyadari betapa pentingnya membicarakan epidemi di Hindia Belanda waktu itu.

Baca Juga: Pilkada Serentak 2020, Enam Calon Kepala Daerah Kabupaten-Kota di Jawa Tengah Melawan Kotak Kosong

Ia teringat akan pengalamannya sendiri sebagai dokter. Sekali waktu seorang pemuka desa memberitahukan adanya dua ekor tikus mati di rumahnya. Orang desa itu diizinkan pindah rumah, tapi sayang anaknya mati tiga hari kemudian.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Seni Mengarungi Ombak

3 Oktober 2020, 07:40 WIB

Sepak Bola Membunuh Kita

28 September 2020, 11:04 WIB

Wabah menurut Dokter Cipto

24 September 2020, 07:19 WIB

Marketing Odading

20 September 2020, 13:21 WIB

Selisik Jurnalistik

17 September 2020, 06:00 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X