Bandung Tiada Bandingnya

- 30 Juli 2020, 12:15 WIB
/Dok. Hawe Setiawan

PIKIRAN RAKYAT - Sejauh yang dapat saya baca, Bandung dalam beragam buku menghadirkan sedikitnya tiga segi: kota yang dialami, kota yang dipahami, dan kota yang dikagumi.

Segi pertama biasanya hadir dalam memoar, misalnya Keur Kuring di Bandung (Sewaktu Saya tinggal di Bandung) dari Sjarif Amin atau Basa Bandung Halimunan (Ketika Bandung Masih Berkabut) dari Us Tiarsa. Segi kedua lazimnya hadir dalam telaah para sarjana, contohnya Sobana Hardjasaputra yang tertarik oleh pergeseran di balai kota atau John R. W. Smail yang mencatat semangat revolusioner para patriot.

Segi ketiga galibnya hadir dalam catatan para pegiat ruang publik dari berbagai bidang minat seperti ekskursi, literasi, fotografi, dll., mulai dari Haryoto Kunto hingga Sudarsono Katam, mulai dari Her Suganda hingga T. Bachtiar.

Baca Juga: Gedung Purna Budaya UGM Dibongkar, Tulisan di Tembok Soal Jogja hingga Rasa Rindu Curi Perhatian

Tentu, pada kenyataannya, ketiga segi itu bisa berbaur dalam narasi. Catatan perjalanan Ang Bachtiar, misalnya, tidak terlepas dari perspektif geografi, juga ada kalanya terpaut pada kenangan pribadi. Saya membuat pengelompokan sekadar buat mencatat aspek penceritaan atau maksud penulisan dalam bibliografi Bandung — selain buat merapikan rak buku saya sendiri.

loading...

“Buku ini tidak lain [dari] wujud apresiasi saya terhadap kota yang selama ini menjadi tempat saya dibesarkan,” ucap M. Riyzki Wiryawan dalam pengantar buat bukunya yang terbaru, Pesona Sejarah Bandung: Bandung hingga Awal Abad ke-20 (2020).

Lahir di Bandung pada 1980-an, Ryzki adalah penulis, pencinta buku, dan dosen yang juga bergiat dalam Komunitas Aleut, wadah kegiatan ekskursi ke tempat-tempat memikat di Bandung dan sekitarnya. Buku 244 halaman yang dilengkapi gambar, foto, dan peta ini kiranya merupakan bagian awal dari serangkaian narasi seputar Bandung yang ia rencanakan.

Baca Juga: Manajer Vernita Syabilla Buka Suara, Akui Sosok VS yang Terseret Dugaan Prostitusi adalah Artisnya

Dalam buku ini Ryzki berupaya menyuguhkan “kisah-kisah sejarah Bandung” buat menjawab kecintaan warga kota, memperkuat konservasi warisan budaya, juga merayakan pariwisata. Dengan motivasi demikian, buku ini tampaknya ditujukan kepada orang banyak yang tertarik menelusuri bagian-bagian yang “mempesona” dari sejarah Bandung.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Tuntutan Sanitasi

13 Agustus 2020, 19:11 WIB

Enam Tahun Tanpa Ayi Beutik

10 Agustus 2020, 07:16 WIB

Lukisan Politisi

6 Agustus 2020, 06:25 WIB

Anggaran untuk PSSI

2 Agustus 2020, 13:31 WIB

Bandung Tiada Bandingnya

30 Juli 2020, 12:15 WIB

Menanggulangi Dinasti Politik

26 Juli 2020, 12:55 WIB

Kisah Tiga Indonesia

23 Juli 2020, 06:05 WIB

27 Tahun Viking Persib Club

19 Juli 2020, 14:01 WIB

Mengganggu tapi Perlu

16 Juli 2020, 07:17 WIB

Misteri Rekomendasi Partai

14 Juli 2020, 06:05 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X