Kenaikan Tarif Pita Cukai Malah Membuat Jumlah Perokok Bertambah

- 1 Februari 2023, 10:40 WIB
Ilustrasi rokok ilegal.
Ilustrasi rokok ilegal. /Reuters/Christian Hartmann

PIKIRAN RAKYAT - Kenaikan tarif pita cukai malah membuat jumlah perokok bertambah. Terbukti, dari data produksi rokok di Indonesia naik 7,27%. Tahun 2020, Indonesia memproduksi 298,4 miliar batang rokok. Pada 2021, produksi rokok 320,1 miliar batang. Padahal, saat itu, cukai rokok naik 12,5%.

Pemerintah berencana merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Rencana revisi PP itu tertuang dalam lampiran Keputusan Presiden Nomor 25/2022 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023.

Kepres telah ditandatangani Presiden RI Joko Widodo pada 23 Desember 2022. Kementerian Kesehatan akan menjadi pemrakarsa revisi PP 109/2012. PP yang direvisi itu akan mengatur penambahan luas persentase gambar dan tulisan peringatan kesehatan pada produk tembakau, ketentuan rokok elektronik, pelarangan iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau di media teknologi informasi (TI), serta pelarangan penjualan rokok batangan.

Revisi juga mencakup pengawasan iklan, promosi, sponsorship produk tembakau di media penyiaran, media dalam dan luar ruang, serta media teknologi informasi. Juga mengatur penegakan dan penindakan, media TI, serta penerapan kawasan tanpa rokok.

Baca Juga: Tentang Perkembangan Produk Halal

Di tengah proses itu, pada Sabtu, 14 Januari 2023, Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggerebek industri rumahan pembuatan liquid vape (rokok elektrik) yang mengandung sabu di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Hal itu memicu perdebatan soal industri likuid vape di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah segera menghentikan peredaran rokok elektrik. Anggota Badan Legislatif DPR RI dari Partai Golkar, Firman Soebagyo juga mengimbau BPOM dan Kemenkes untuk menindak tegas industri likuid vape yang peredarannya masih bebas. Dia meminta pemerintah membuat regulasi untuk mengatur peredarannya.

Tiba-tiba, Jumat, 27 Januari 2023, Wapres RI Ma'ruf Amin melontarkan wacana yang akan melarang peredaran rokok elektrik. Itu diberlakukan apabila dari hasil kajian dan penelitian, rokok elektrik terbukti berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, konsumen rokok elektrik atau yang dikenal sebagai vape, semakin meningkat. Ini tak lepas dari bertambahnya pelaku industri vape di tanah air. Namun, peningkatan ini memang belum diimbangi regulasi yang jelas.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x