Generasi Pemimpin Indonesia

- 19 Januari 2023, 11:15 WIB
Ilustrasi bendera Indonesia.
Ilustrasi bendera Indonesia. /Pexels/Rosyid Arifin

PIKIRAN RAKYAT - Surat kabar Pikiran Rakyat pada 11 Janua­ri 2023, menyajikan be­rita utama berjudul ”Meng­ukur Kompetitor, Manuver, dan Figur Capres”. Disajikan pula tentang elektabilitas tiga belas tokoh nasional berda­sarkan hasil survei terkini dan bersifat sementara, dari yang tinggi hingga terendah, yakni Ganjar Pranowo, Pra­bo­wo Subianto, Anies Bas­we­dan, Ridwan Kamil, Agus Ha­rimurti Yudhoyono, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Erick Tohir, Khofifah Indar Para­wansa, Andika Perkasa, Airlangga, Mahfud MD, dan Yenny Wahid.

Memang sering dinyata­kan bahwa setiap generasi punya tantangannya sendiri, dan setiap generasi juga ber­hak untuk menjadi pemim­pin pada zamannya masing-masing. 

Dalam sejarah Indonesia modern, generasi pemimpin pada masa Revolusi (1945-1950), Demokrasi Liberal (1950-1959), Demo­krasi Terpimpin (1959-1968), Orde Baru (1968-1998), dan zaman Reformasi (1998-sekarang), jelas memiliki tantangan dan jawaban yang berbeda. 

Walaupun begitu, mereka adalah primus inter pares, para pemimpin yang terbaik pada zamannya, apakah itu sebagai presiden atau PM (perdana menteri).

Baca Juga: PSSI Masih Seksi, Ketua Umum yang Baru Harus Bisa Membawa Perubahan ke Arah Lebih Baik

Generasi dahulu

Menarik untuk dikaji tentang generasi pemimpin Indonesia sejak 1945 hingga se­karang. Indonesia pernah meng­­amalkan sistem presidensial. Presiden ada­lah ke­pa­la negara dan ke­pala peme­rintahan sekaligus. Serta sistem ministerial, PM adalah hanya kepala pemerintahan. 

Sis­tem pemerintahan yang berubah-ubah ini merupakan usaha untuk menemu­kan ta­ta kelola yang sesuai dalam me­wujudkan sebuah negara kesejahteraan yang demokra­tis dan berkeadilan sosial.

Generasi pemimpin Indo­nesia pada masa Revolusi (1945-1950) didominasi me­reka yang lahir pada 1900-an, seperti Presiden Soekarno (lahir 1901), PM Sutan Syah­rir (1909), PM Amir Syarifudin (1907), PM Mohamad Hatta (1902). Mereka menjadi presiden/PM dalam usia yang relatif muda yakni 44 tahun pada 1945 untuk Soe­karno; 36 tahun pada 1945 untuk Sutan Syahrir; 40 ta­hun pada 1947 untuk Amir Syarifudin; 46 tahun pada 1948 untuk Mohamad Hatta. 

Rata-rata usia generasi ini ketika menjadi pemimpin Indonesia adalah 30-40 tahun­an. Usia paling muda adalah Sutan Syahrir (36 tahun) dan usia paling tua adalah Mohamad Hatta (46 tahun).

Baca Juga: Hukuman Justice Collaborator dalam Hukum Pidana

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x