Kripto Kian Lesu di Indonesia Sepanjang 2022, Banyak yang Rugi Besar

- 10 Januari 2023, 08:00 WIB
Ilustrasi kripto
Ilustrasi kripto /Pixabay/RoyBuri

PIKIRAN RAKYAT - Popularitas kripto di Indonesia tampaknya semakin meredup. Hal ini terlihat dari data yang disodorkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan awal tahun ini.

Bappebti mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia turun drastis sepanjang tahun 2022. Sepanjang periode Januari hingga November 2022, tercatat total nilai transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp296,64 triliun. 

Angka ini turun signifikan hingga 65,45 persen ketimbang nilai transaksi kripto di Indonesia periode Januari–November 2021 sebesar Rp858,76 triliun. Sementara nilai transaksi aset kripto sepanjang tahun 2021 sebesar Rp915,67 triliun. 

Tak heran, banyak investor kripto mengalami kerugian yang besar. Termasuk banyak perusahaan rintisan dan juga perusahaan investasi yang mendiversifikasi aset mereka di kripto, kehilangan cuan dalam jumlah yang sangat besar.

Baca Juga: Geger Tsunami Akibat Gempa Maluku, BMKG: Masyarakat Dapat Beraktivitas Normal Lagi, Tenang

Sebenarnya bagi mereka yang masuk ke pasar kripto sebelum tahun 2022, dipastikan pernah merasakan cuan, sesuai dengan jumlah investasi yang mereka tanamkan. Namun, bagi mereka yang baru masuk pasar kripto sejak 2022, sudah tentu mengalami kerugian.

Pasalnya, sepanjang tahun 2022 sampai dengan hari ini, nilai kripto terus melemah. Meski sempat naik, hal ini tak berlangsung lama. Nilai kripto benar-benar tak stabil.

Apa yang sempat diharapkan para investor pemula yang baru masuk tahun 2022, akan mendapatkan keuntungan seperti yang dirasakan para investor lama (yang sudah masuk pasar kripto sebelum tahun 2022), belum terwujud.

Baca Juga: Persib Siap Hadapi Persija, Selama Sepekan Perkuat Kekuatan

Pasalnya, pasar kripto terlanjur mengalami crash yang bisa dibilang cukup parah. Bahkan, nilai Bitcoin yang menjadi mata uang kripto paling terkenal di pasar kripto, turun drastis sepanjang 2022.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x