Jokowi Main Kode Lagi, Setelah Rambut Putih Bisa Jadi Kaum Muda

- 28 November 2022, 07:05 WIB
Presiden Jokowi menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 26 November 2022.
Presiden Jokowi menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 26 November 2022. /Antara/ Aprillio Akbar

PIKIRAN RAKYAT – Kegiatan Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu 26 November 2022 meriah. Sukarelawan memadati acara itu.

Bisa ditebak, tokoh yang jadi pusat perhatian adalah Presiden Joko Widodo. Salah satu pernyataan Jokowi yang jadi buah bibir adalah soal rambut putih. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kriteria pemimpin yang dinilai peduli dan memikirkan rakyat.

”Perlu saya sampaikan, pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari mukanya. Banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua, ada! Ada itu,” ujar Jokowi.

Pernyataan Jokowi itu sontak viral dan menjadi bahan spekulasi di kancah politik menjelang 2024. Sebagian elite menilai, pernyataan Jokowi itu merupakan sinyal dukungan kepada salah seorang tokoh. Namun, elite politik lain mengklaim, sang dunungan-lah yang dimaksud Jokowi.

Pidato Jokowi pada setiap acara memang penuh simbol. Di sisi lain, sebagai presiden yang sudah dua kali menjabat, ia mengambil peran netral.

Jokowi, dalam beberapa kesempatan, memberi sinyal untuk Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto maju sebagai capres 2024. Pernyataan itu ia lontarkan dalam pidato perayaan HUT ke-8 Partai Perindo.

Jokowi menyebut, Pilpres 2024 jatahnya Ketua Umum Partai Gerindra itu. ”Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” tuturnya.

Sejumlah pesan tentang pemimpin tahun 2024 pun disampaikan pada HUT ke-58 Partai Golkar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia mengimbau masyarakat memilih capres dengan jam terbang tinggi. Alasannya, karena capres mendatang memiliki segudang tugas dan tantangan akibat krisis ekonomi global.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x