Ada Monster di Balik Baterai, Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan Hanyalah Fatamorgana

- 23 November 2022, 09:19 WIB
Ilustrasi kendaraan listrik.
Ilustrasi kendaraan listrik. /Pixabay/FranckinJapan

Menggunakan EV diklaim ramah lingkungan dan bebas polusi. Betulkah ”iklan-iklan” itu? Video yang diunggah 8 bulan lalu di kanal YouTube California Insider mungkin bisa membuka pemikiran baru dan menjadi bahan diskusi.

Dalam video itu, hadir narasumber Mark Mills, fisikawan dan pakar senior di Manhattan Institute, Amerika Serikat. Singkatnya, Mark menegaskan bahwa jargon kendaraan listrik ramah lingkungan dan tidak emisi gas buang, hanya fatamorgana.

Mark mencontohkan satu bagian dari EV yaitu baterai. Baterai EV adalah produk yang sangat tidak ramah lingkungan, menyedot banyak energi, dan mengeluarkan banyak emisi saat pembuatannya, hingga penghancurannya.

Untuk membuat baterai, memerlukan proses kimia yang panjang dan kompleks. Prosesnya dimulai dari melelehkan bebatuan yang mengandung material sebagai bahan dasar.

Baterai EV adalah produk yang sangat rinci dengan perpaduan ribuan material dan bagian. Ketika baterai rusak atau tak terpakai, proses daur ulangnya tidak bisa sembarangan. Tidak sesederhana mesin kendaraan berbahaan metal yang tinggal melelehkannya.

Mendaur ulang baterai EV dimulai dengan mempreteli satu per satu setiap bagiannya. Pekerja harus memakai pakaian hazmat, saking beracunnya bahan-bahan pembentuk baterai.

Butuh waktu 1-2 jam untuk mendaur ulang 1 baterai EV tak terpakai. Setelah itu, dalam proses daur ulang, bahan kimia dari bagian-bagian itu harus benar-benar terpisah. Untuk mencapai hal itu, diperlukan teknologi yang sangat mahal dan sangat sulit.

Seiring gembar-gembor penggunaan EV, permintaan baterai meningkat. Artinya, semakin banyak sampah baterai yang harus didaur ulang. Dengan meningkatnya permintaan, emisi semakin besar.

Menurut Mark, tak ada yang namanya nol emisi dari kendaraan listrik. Yang benar, emisi itu berpindah ke daerah lain yang jadi pusat pembuatan baterai dan pertambangan mineral bahan baku baterai.

Untuk menghasilkan 1 baterai seberat 45 kg, harus menggali material hingga 227 ton. Untuk memproduksi baterai dengan energi setara 1 barel BBM, dibutuhkan 100-300 barel BBM.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x