Minimalkan Jumlah Korban Gempa Bumi, Earthquake Doesn’t Kill but the Building Does

- 22 November 2022, 00:20 WIB
Rumah rusak akibat gempa di Desa Cibeureum, Cianjur, Jawa Barat, Senin 21 November 2022.
Rumah rusak akibat gempa di Desa Cibeureum, Cianjur, Jawa Barat, Senin 21 November 2022. /Antara/Yulius Satria Wijaya

PIKIRAN RAKYAT - Jawa Barat berduka. Gempa bumi mengguncang Cianjur dengan kekuatan Magnitudo 5,6, Senin 21 November 2022. Setidaknya tercatat 90 gempa susulan. Guncangan paling parah terasa di Cianjur dengan durasi 10-15 detik.

Hingga Senin malam, 162 warga dilaporkan meninggal dunia, dan sekira 700 orang mengalami luka berat. Korban luka-luka dirawat di Rumah Sakit Sayang, Rumah Sakit Cimacan, dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Gempa mengakibatkan banyak bangunan rusak. Korban pun berjatuhan. Listrik mati setelah gempa. Sejumlah akses jalan putus akibat longsor. Masyarakat diminta berada di luar rumah merespons gempa susulan.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai banjir bandang dan longsor yang berpotensi terjadi jika hujan setelah gempa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto mengatakan, banyaknya korban meninggal dunia lantaran kondisi rumah di Cianjur tidak tahan gempa.

Selain itu, gempa terjadi siang hari ketika banyak warga berada di rumah, kantor, atau siswa sedang belajar di kelas.

Kita berharap, hal ini menjadi pelajaran agar rumah-rumah di wilayah rawan gempa disiapkan agar lebih tahan.

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat dicegah dan diprediksi, tetapi kita dapat meminimalkan dampaknya.

Upaya pengurangan dampak gempa harus dilakukan secara terintegrasi. Selain aspek fisik bangunan dan penataan ruang yang berbasis bencana, juga harus mencakup aspek kapasitas manusia.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x