Harmonisasi Hubungan Industrial Antara Pekerja dan Pengusaha

- 15 November 2022, 13:45 WIB
Ilustrasi PHK.
Ilustrasi PHK. /Pixabay/geralt

PIKIRAN RAKYAT - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor minta kepada para pengusaha untuk berupaya menunda niat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerjanya (Pikiran-rakyat.com. 15 November 2022).

Solusinya dengan mengurangi jam kerja atau bekerja paruh waktu, dan meningkatkan
kemampuan teknologi.

"Saya minta perusahaan bersama Serikat Pekerja (SP) meningkatkan kompetensinya. Saya
anjurkan juga, untuk mengurangi produk impor dan meningkatkan ekspor," ujarnya dalam
acara coffee morning bersama wartawan Naker, 14 November lalu.

Baca Juga: Sejarah ITB: Berawal dari Krisis Perang yang Dialami Belanda

Lebih jauh, dalam upaya menekan laju PHK, Wamenaker, meminta pengusaha dan SP bertemu dan berembuk untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Melalui hal ini dapat terwujud lembaga kerja sama bipartit, yang merupakan wadah
komunikasi intensif antara pekerja/SP/SB dengan manajemen perusahaan.

Selain hal di atas tentunya diperlukan pula Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan
Industrial, sebagai sarana untuk menggambarkan pentingnya dialog dalam mencari titik temu di antara dua kepentingan yang berbeda, yaitu antara pengusaha dan pekerja.

Baca Juga: Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Simak 4 Teorinya

MARAK PHK

Apa yang diamanatkan oleh Wamenaker di atas memang tak terlepas dari badai PHK yang
terus terjadi di tanah air. Tercatat di Bulan September lalu, sederetan perusahaan rintisan
(startup) rontok satu per satu, menyusul kiwari, sejumlah industri berkelas internasional pun
tak kuasa menahan badai PHK.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x