Kesetiaan Suporter Sepak Bola

- 28 Juni 2020, 12:59 WIB
Para pendukung Liverpool merayakan gelar juara Liga Inggris usai penantian 30 tahun.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Tak sulit untuk melihat tanda-tanda euforia pendukung Liverpool yang baru saja menjuarai English Premier League (EPL) musim 2020. Hampir semua platform, media online dan media sosial diwarnai berita keberhasilan klub sepak bola asal kota grup band legendaris, The Beatles.

Penantian selama 30 tahun sejak terakhir kali mereka mengangkat piala supremasi klub terbaik di kancah domestik dirasa layak dirayakan secara gegap gempita, walaupun bagi sebagian orang hal itu dianggap berlebihan.

Bicara tentang kesabaran menanti gelar juara domestik tentu bukan hanya klaim milik pendukung Liverpool semata, bahkan publik Bandung perlu menunggu hingga 19 tahun untuk bisa melihat lagi Persib menjuarai liga domestik.

Baca Juga: Sheffield United vs Arsenal: Pujian Mikel Arteta untuk Gaya Bermain Sheffield

Sensasi Penantian

Jika boleh jujur, bagi sebagian orang, sebenarnya menjadi pendukung klub yang terlalu superior tidaklah menyenangkan. Seperti pendukung Manchester United, Ajax Amsterdam, ataupun Bayern Munchen di era 90-an, nyaris setiap musim selalu menjadi juara liga adalah kurang menguji “iman” dan kesetiaan sebagai seorang suporter sepak bola.

Terlebih akan terlalu dianggap standar dan difitnah oleh mereka yang menganggap kita hanya mendukung tim yang jagoan dan selalu juara, stigma yang melekat kepada pendukung tim juara diantaranya: tak paham historis, suka bola baru-baru ini alias fans bola dadakan.

Sedangkan mereka yang mendukung tim pesakitan merasa memiliki sisi pengabdian dan kesetiaan, karena walaupun tim mereka selalu kandas dalam perburuan gelar namun mereka tetap loyal kepada klub kesayangan, dan percayalah hal-hal seperti ini justru bisa memunculkan nilai romantisme dan sentimen nostalgia yang jauh lebih pekat daripada apa yang dirasakan para pendukung klub langganan juara.

Baca Juga: Curhat ke Psikolog Soal Komentar Negatif dari Netizen, Anak Parto Patrio: Sesalah Itukah Aku?

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Jeumpa dan Béntang

9 Juli 2020, 06:45 WIB

Apa yang Ditunggu Presiden?

7 Juli 2020, 06:47 WIB

Kepanitiaan Piala Dunia

5 Juli 2020, 13:17 WIB

Rusdi Telah Kembali

2 Juli 2020, 06:00 WIB

Jokowi Gusar, Siapa Tergusur?

30 Juni 2020, 09:36 WIB

Kesetiaan Suporter Sepak Bola

28 Juni 2020, 12:59 WIB

Orang ITB dalam Fiksi Sunda

25 Juni 2020, 06:38 WIB

Mengapa Menolak RUU HIP ?

23 Juni 2020, 10:25 WIB

Profesi Hukum di dunia Sepak Bola

21 Juni 2020, 06:41 WIB

Pak Amir dari Cikapundung

18 Juni 2020, 06:46 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Galamedia News

Cadangan Uang

9 Juli 2020, 21:17 WIB
X